PMI Asal Sukabumi Meninggal di Korea Selatan, Jenazah Tiba di Rumah Duka Malam Ini

Jenazah Heri Wibawa, Pekerja Migran yang meninggal di Korea. (Istimewa)

SUKABUMISATU.com – Rasa duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Heri Wibawa, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Cimantaja, RT 004 RW 002 Desa Cikiray, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Heri yang berangkat bekerja ke Korea Selatan pada Mei 2022 melalui program G to G (government to government), meninggal dunia pada 3 September 2025 setelah menjalani perawatan intensif akibat penyakit meningitis di sebuah rumah sakit di Pohang, Korea Selatan.

 

Kepala Desa Cikiray Ikut Dampingi Keluarga

Kepala Desa Cikiray, Kang Ateng, membenarkan kabar duka tersebut. Ia mengatakan pihak desa langsung turun tangan menemui keluarga almarhum dan membantu koordinasi dengan pemerintah daerah serta pusat.

“Beberapa hari lalu saya mendapat informasi ada salah satu warga kami, almarhum Heri Wibawa, meninggal di Korea Selatan. Saya langsung meluncur ke rumah duka dan bertemu keluarga. Kami kemudian berkoordinasi dengan pihak kementerian, KBRI, serta mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi, agar proses pemulangan jenazah bisa segera terlaksana,” ujar Kang Ateng, Sabtu (6/9/2025).

Baca Juga  28 Miliar Antropometri Untuk Stunting, Balita Sukabumi Tewas Akibat Cacingan

 

Perjalanan Kerja di Korea Selatan

Berdasarkan data resmi, Heri Wibawa mulai bekerja di Korea Selatan pada 22 Mei 2022 dengan kontrak kerja tiga tahun, berakhir pada 2 Mei 2025. Kontrak itu kemudian diperpanjang selama 1 tahun 10 bulan, sesuai aturan maksimal lima tahun masa kerja bagi PMI di Korea Selatan.

Namun sejak Agustus 2025, almarhum mengalami sakit hingga akhirnya harus dirawat intensif pada 27 Agustus. Meski telah mendapatkan perawatan maksimal, nyawanya tidak tertolong. Seluruh biaya perawatan ditanggung oleh asuransi kesehatan di Korea, dengan nilai setara Rp74 juta.

 

Proses Pemulangan Jenazah

Jenazah diberangkatkan dari Korea Selatan pada Sabtu (6/9) pukul 10.35 waktu setempat dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.50 WIB.

Baca Juga  Maut Mengintai di Leuwi Pariuk: Fondasi Tergerus, Warga Sekarwangi-Tenjo Jaya 'Bertaruh Nyawa' Setiap Hari

Setelah melalui proses administrasi, jenazah tiba di Jakarta pukul 18.00 WIB, kemudian diberangkatkan menuju Sukabumi pukul 19.00 WIB. Jika tidak ada hambatan, jenazah diperkirakan tiba di rumah duka di Desa Cikiray pada pukul 21.00 WIB malam ini.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Cikiray, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Almarhum adalah sosok pekerja keras dan menjadi kebanggaan keluarga serta desa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pak Gubernur Dedi Mulyadi, yang telah membantu penuh proses pemulangan ini,” tutur Kang Ateng.

 

Disambut Haru di Rumah Duka

Jenazah almarhum akan tiba di rumah duka pada pukul 21:00, Minggu malam. (7/9/2025). Berdasarkan pantauan Sukabumisatu.com lokasi rumah duka sudah dipenuhi kerabat, dan warga sekitar Desa Cikiray. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir untuk almarhum Heri Wibawa, yang dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan tulang punggung keluarga.

Baca Juga  Usulkan “School Kitchen” Gantikan Dapur SPPG, Gubernur Kompak dengan Menteri Pendidikan

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *