SUKABUMI – Peta elite Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak dikocok ulang. Kursi yang semula diduduki Dadan Hindayana kini resmi beralih ke tangan Nanik Sudaryati Deyang—atau yang lebih akrab disapa Nanik S Deyang. Keputusan kilat Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan pada Selasa (2/6/2026) langsung memantik riuh di ruang publik.
Pasalnya, sehari setelah penggantian pemain petinggi BGN yang diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan dengan dalih rotasi tersebut demi “meningkatkan tata kelola organisasi” dan “menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.” Ketiga rekan Nanik di BGN menjadi tersangka penikmat uang haram dalam lingkaran setan program unggulan presiden itu.
Bukan SUKABUMISATU.com namanya jika hanya menelan mentah-mentah siaran pers formal. Di balik pelantikan mantan wartawati kelahiran Madiun ini, ada aroma drama dan spekulasi liar yang jauh lebih menarik perhatian publik ketimbang urusan pemenuhan gizi anak dan lansia.
Dari Sidak Dapur Sukabumi hingga ‘Kartu As’ di Secarik Kertas
Bagi masyarakat Sukabumi, nama Nanik S Deyang sebenarnya tidak terlalu asing. Saat masih menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik dikenal gemar melakukan aksi panggung politik, salah satunya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Sukabumi.
Sidak yang kala itu diglorifikasi sebagai bentuk ketegasan, kini dipandang sinis oleh sebagian pihak sebagai batu loncatan strategis menuju kursi nomor satu di BGN.
Namun, kejutan sesungguhnya justru datang dari luar Istana. Tak lama setelah pelantikan, sebuah unggahan di media sosial pribadi milik Sony Sonjaya mendadak viral dan memicu kasak-kusuk. Sony, yang saat ini statusnya sedang tidak baik-baik saja lantaran tengah menjalani proses pemeriksaan intensif oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), mengirimkan ucapan selamat yang dinilai netizen sarat akan sindiran dan pesan terselubung.
Dalam unggahan digitalnya, Sony menuliskan untaian doa normatif: “Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar… Doa terbaik selalu menyertai…”
Kontras dengan takarir manis di Instagram, sebuah foto secarik kertas yang ditulis tangan—diduga kuat ditulis oleh Sony dari balik ruang pemeriksaan—beredar luas. Isinya singkat namun menohok:
“Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang. Selamat atas jabatan baru sbg Kepala BGN. Terima kasih atas hadiah indah yg telah diberikan kpd saya.”
Netizen Berspekulasi: Ada ‘Barter’ Apa?
Kalimat “terima kasih atas hadiah indah” dari seorang pria yang sedang diincar Korps Adhyaksa tentu langsung memicu keliaran imajinasi netizen. Kolom komentar media sosial pun riuh. Banyak yang berspekulasi bahwa ucapan tersebut bukanlah sekadar basa-basi antarsahabat, melainkan sebuah sinyal bahwa Sony tengah memegang “kartu as” sang Kepala BGN yang baru.
Apakah “hadiah indah” yang dimaksud adalah metafora dari sebuah pengkhianatan, aksi saling sikut di internal, atau justru bagian dari kompromi politik tertentu? Publik hanya bisa menebak-nebak di tengah minimnya transparansi.
Catatan Kritis untuk Kepala BGN Baru
Masyarakat kini menunggu, apakah di bawah kendali mantan jurnalis yang sempat mengantongi Bintang Mahaputera pada Agustus 2025 lalu ini, BGN akan benar-benar fokus membenahi gizi buruk dan stunting—termasuk karut-marut SPPG di Sukabumi yang pernah disidaknya—atau justru terjebak dalam pusaran konflik kepentingan dan drama internal yang tak kunjung usai.
Satu yang pasti, kursi Kepala BGN hari ini bukan lagi sekadar tempat mengurus menu makanan sehat, melainkan panggung politik panas yang sewaktu-waktu bisa menjegal siapa saja yang lengah. Kita lihat saja, sejauh mana ketegasan Nanik bertahan sebelum “surat cinta” berikutnya terbuka ke publik. (Demi Pratama)












