RIBUAN SANTRIWATI PONDOK PESANTREN ASSALAM GELAR BAKAR SATE MASSAL DADAKAN

Santriwati Pondol Assalam Warungkiara Sukabumi. Jumat, (29/05/2026).

WARUNGKIARA, SUKABUMISATU.com — Ribuan santriwati Pondok Pesantren Putri Assalam yang berlokasi di Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, secara spontan mengadakan acara bakar sate massal dadakan di kawasan pondok pesantren pada Jum’at, (29/05/2026).

​Aksi seru ini dilakukan sesaat setelah mereka menerima pembagian daging kurban dari panitia setempat. Langkah ini diambil lantaran para santriwati tidak bisa pulang ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.

​Pantauan di lokasi, suasana kebersamaan begitu hangat. Aroma harum dari sepiring porsi sate tusuk daging sapi siap saji hasil olahan racikan menu para santriwati terlihat sangat lezat. Daging sate yang dilumuri berbagai bumbu rempah khas tersebut langsung mengundang selera siapapun yang melihatnya.

Baca Juga  Suara Tangisan Memanggil: Bayi Ditemukan di Pos Ronda Kampung Babakan

​Acara bakar sate massal ini sama sekali tidak dijadwalkan secara formal ataupun memiliki struktur kepanitiaan khusus. Ini murni merupakan inisiatif spontanitas dari ribuan santriwati yang menetap di pondok pesantren tersebut.

​Selain karena tidak bisa pulang, para santriwati mengaku tidak memiliki mesin atau alat pendingin untuk penyimpanan daging di area pondok. Mereka khawatir jika daging kurban tersebut dibiarkan terlalu lama tanpa langsung diolah, justru akan menimbulkan bau busuk dan mubazir.

​Diketahui, para santriwati ini berasal dari berbagai daerah di Sukabumi dan sekitarnya. Dengan kebijakan ketat pesantren yang tidak mengizinkan santriwati keluar kawasan atau izin pulang tanpa alasan mendesak, membawa pulang daging kurban ke rumah menjadi hal yang mustahil dilakukan.

​Hal tersebut ditegaskan oleh narasumber di lokasi kejadian, Syahla Kayla Santriwati Pondok Pesantren Assalam Warungkiara Sukabumi. Santriwati yang kini duduk di kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP) ini menuturkan bahwa dirinya bersama teman-teman sengaja langsung mengolah daging tersebut menjadi sate karena tidak bisa membawanya pulang ke rumahnya yang berada di Kecamatan Cisaat.

Baca Juga  Truk Tronton Terguling di Tanjakan Baeud, Akses Jalan Sukabumi-Palabuhanratu Tertutup

​”Buat keluarga, maafin ya kita belum bisa bareng-bareng di tahun sekarang, dan mungkin di tahun depan juga. Insya Allah kalau ada waktu kita bareng-bareng,” ungkap Syahla Kayla, Santriwati Pondok Pesantren Assalam, saat menyampaikan pesan haru untuk orang tuanya di rumah.

​Syahla menambahkan, setiap santriwati rata-rata mendapatkan dua bungkus daging dari panitia kurban. Alih-alih sedih karena melewatkan momen lebaran di rumah, mereka memilih merayakannya dengan sukacita bersama sesama santri.

​Baging para santriwati, momen bakar sate massal dadakan ini bukan sekadar mengenyangkan perut, melainkan akan menjadi memori indah yang tak akan terlupakan kelak ketika mereka telah lulus dari Pondok Pesantren Putri Assalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *