Rabu,22 Mei 2024
Pukul: 11:08 WIB

Pindah ke Cisaat, Kata Aparat di Cibadak Sukabumi Soal Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara

Pindah ke Cisaat, Kata Aparat di Cibadak Sukabumi Soal Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di Banjarnegara

Selasa, 4 April 2023
/ Pukul: 00:46 WIB
Selasa, 4 April 2023
Pukul 00:46 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Kepala Desa Karangtengah, Kabupaten Sukabumi, Gerry Imam Sutrisno, menanggapi informasi soal warganya yang dikabarkan menjadi korban pembunuhan berencana di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Gerry membenarkan, warga bernisial PO (54), tersebut pernah tinggal di Desa Karangtengah. Tepatnya di Kampung Pasar RT 001 RW 003.

“Tetapi yang bersangkutan telah lama pindah ke daerah Cisaat,” kata Gerry dalam keterangan yang diterima sukabumisatu.com, Senin (3/4/2023).

Rumah PO di Desa Karangtengah kini dalam keadaan kosong dan rusak. Rumah tersebut bahkan tidak berpenghuni.

Hal senada juga dikatakan Ketua RW 003 Desa Karangtengah, Chefis Basyuniyahya.

“Informasinya yang bersangkutan sudah pindah ke Cibaraja, Cisaat,” kata Chefis.

“Sekarang di Kampung Pasar RW 003 cuman ada mantan istrinya saja,” tambahnya.

Chefis menegaskan pihak keluarga mantan istri juga sudah mendapatkan informasi tentang kematian PO.

“Sudah dapat kabar, katanya meninggal di Jawa,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, PO (54) tewas dibunuh dukun di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kasus pembunuhan ini diungkap polisi ke media dalam konferensi pers di Mapolres Banjarnegara.

“Ini pembunuhan berencana,” kata AKBP Hendri Yulianto, Kapolres Banjarnegara dilansir dari sindonews.

Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, PO diketahui berangkat dari Sukabumi ke Banjarnegara sendirian pada pada Senin (20/3/2023).

Korban terakhir kali menghubungi anaknya dua hari kemudian setelah berangkat. Ia mengirim pesan whatsapp dan memberitahukan lokasi terkini dirinya, Rabu (22/3/2023).

Ia memberitahu keluarga sudah berada di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. PO juga sempat mengirim pesan berisi kecurigaan bahwa dirinya akan dihabisi Tuhari.

Sehari berselang, PO sudah tidak bisa lagi dihubungi pihak keluarga.

“Tersangka melakukan aksinya dengan mencampur racun ke minuman yang diberikan ke korban,” kata Hendri.

Reporter: Suhendi Soex | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Related Posts

Add New Playlist