Sabtu,2 Mei 2026
Pukul: 07:59 WIB

Atasi Ribuan Rutilahu, Camat Cibadak Masifkan Program ‘Lelang Kebaikan’ Lewat KOPI MASAL

Atasi Ribuan Rutilahu, Camat Cibadak Masifkan Program ‘Lelang Kebaikan’ Lewat KOPI MASAL

Sabtu, 2 Mei 2026
/ Pukul: 07:59 WIB
Sabtu, 2 Mei 2026
Pukul 07:59 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Masalah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai terurai. Melalui gerakan kolaborasi bertajuk KOPI MASAL (Kolaborasi Peduli Masalah Sosial), pembangunan rumah ke-20 kini resmi dimulai di Kampung Situ Saeur RT 01/11, Kelurahan Cibadak, Jumat (01/05/2026).

​Camat Cibadak, Mulyadi, mengungkapkan bahwa langkah masif ini diambil menyusul tingginya angka Rutilahu di wilayahnya. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari desa-desa, terdapat sekitar 1.000 unit rumah yang kondisinya memprihatinkan.

​”Karena jumlahnya banyak, kami berupaya melakukan respons cepat. Begitu ada laporan masuk dari desa atau kelurahan, langsung kami tindak lanjuti dengan asesmen di lapangan,” ujar Mulyadi kepada awak media.

Baca Juga  Ratusan Rumah Tidak Layak Huni di Kecamatan Cibadak Masih Butuh Penanganan Serius

Pola ‘Lelang Kebaikan’ dan Tanpa Uang Tunai

​Uniknya, program yang digelorakan sejak 2025 ini tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai, melainkan material bangunan. Skemanya dilakukan melalui pola “Lelang Kebaikan” yang dilempar ke grup komunikasi KOPI MASAL.

​”Setelah tim melakukan asesmen bersama RT/RW dan desa, kami hitung kebutuhan materialnya. Lalu kami ajukan ke donatur. Jadi, bantuannya langsung berupa semen, bata, atau kayu sesuai kebutuhan,” jelasnya.

​Sumber pendanaan program ini bersifat inklusif, mulai dari:

  • Infak mingguan ASN Kecamatan Cibadak.
  • ​Jamaah pengajian dan Forkopimcam.
  • ​Pemerintah Desa/Kelurahan.
  • ​Dukungan perusahaan swasta dan BAZNAS.
  • ​Swadaya masyarakat setempat.
Camat Cibadak saat menyerahkan bantuan Program Kopi Masal kepada salah satu warga.

Target Kelayakan dan Tantangan di Lapangan

Baca Juga  Pasien Zihad Dirawat Intensif, RSUD Sekarwangi Siapkan Rujukan ke RSCM Jakarta

​Hingga awal Mei 2026, tercatat sudah ada 21 rumah yang masuk dalam daftar program. Sebanyak 16 unit telah rampung seratus persen, sementara 5 unit lainnya—termasuk di Situ Saeur—masih dalam proses pengerjaan.

​Mulyadi menekankan bahwa standar perbaikan difokuskan pada aspek kelayakan dan kenyamanan bagi penerima manfaat, terutama lansia.

​”Yang penting layak dan nyaman dulu. Untuk lansia misalnya, cukup satu kamar, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi yang bersih,” tambahnya.

​Meski demikian, Mulyadi tidak menampik adanya kendala dalam perjalanan program ini. Tantangan utama biasanya muncul terkait keterlambatan logistik dari donatur serta fluktuasi semangat gotong royong warga di tengah proses pembangunan.

Baca Juga  DPRD Kabupaten Sukabumi Janjikan Perbaikan Bendungan Benciko di Anggaran Perubahan 2025

​”Kadang di tengah jalan ada komitmen yang melemah soal upah tukang, padahal sejak awal konsepnya adalah swadaya. Tapi sejauh ini, kendala-kendala itu masih bisa diredam berkat koordinasi yang baik dengan para Kades dan Lurah,” paparnya.

Optimisme Menggerakkan Elemen Lokal

​Melihat besarnya potensi dunia usaha dan tingginya rasa kepedulian masyarakat di Cibadak, Mulyadi optimistis program ini akan terus berlanjut hingga angka Rutilahu berkurang signifikan.

​”Tinggal bagaimana kita konsisten menggerakkan semua elemen yang ada. Saya yakin, dengan semangat kolaborasi, masalah sosial di Cibadak bisa kita selesaikan bersama,” pungkasnya.

Reporter: Mawaldi

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist