SUKABUMISATU.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi terus berupaya meningkatkan profesionalisme pegawainya. Hal ini ditegaskan dalam apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, di halaman kantor Disperkim, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), koordinasi internal, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah tantangan pembangunan daerah yang kian kompleks.
Sendi menyampaikan bahwa disiplin kerja dan koordinasi yang solid merupakan fondasi utama dalam mempercepat pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang layak huni serta berkelanjutan bagi masyarakat.
”Apel pagi ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat disiplin, koordinasi, dan semangat pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sendi.
Menurutnya, ASN saat ini dituntut untuk bekerja lebih cepat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Apalagi, ekspektasi publik terhadap transparansi dan profesionalisme birokrasi kini semakin tinggi.
Sektor perumahan dan permukiman, lanjut Sendi, menghadapi tantangan strategis mulai dari pemenuhan hunian layak, penataan lingkungan, hingga peningkatan infrastruktur dasar. Oleh karena itu, penguatan budaya kerja menjadi faktor krusial agar program kerja tepat sasaran.
”Pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan program dan anggaran. Yang paling penting adalah kualitas sumber daya manusianya, termasuk kedisiplinan dan semangat melayani,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh jajaran Disperkim untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai budaya kerja sehari-hari.
Ia berharap semangat ini mampu memperkuat kinerja organisasi demi mewujudkan visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).
”Kita harus hadir sebagai bagian dari solusi masyarakat. Pelayanan yang baik akan membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah,” pungkasnya. (adv)









