SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Kondisi jembatan gantung yang rusak parah di Kampung Lodaya Hilir, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, akhirnya mendapat respons serius dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan kepolisian.
Setelah sempat viral karena kondisinya yang membahayakan nyawa pelintas, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, bersama Wakapolres Sukabumi, Kompol Agus Susanto, turun langsung meninjau lokasi. Jum’at, (03/04/2026).
Disperkim: Target Eksekusi Paling Lambat Bulan Depan
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menegaskan bahwa perbaikan jembatan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Sukabumi. Pihaknya menyadari bahwa akses tersebut sangat vital bagi mobilitas warga dan anak sekolah.
”Kami sudah melihat langsung kondisi lapangan bersama Pak Kades dan Pak Kapolsek. Kondisinya memang cukup mengkhawatirkan. Atas arahan Bapak Bupati, kami dari Disperkim akan segera menindaklanjuti,” ujar Sendi kepada sukabumisatu.com.
Sendi menambahkan, langkah-langkah teknis akan segera diambil agar pengerjaan bisa dilakukan dalam waktu dekat. “Insyaallah, paling lambat bulan depan kita sudah mulai melakukan langkah-langkah teknis untuk perbaikan,” tegasnya.
Terkait usulan warga mengenai relokasi jembatan karena alasan kenyamanan dan faktor sejarah kelam di lokasi lama, Sendi menyatakan akan melakukan kajian mendalam. “Kami kaji secara teknis, apakah memungkinkan digeser sedikit agar lebih aman secara konstruksi dan mengakomodir keinginan warga, atau tetap di lokasi lama dengan penguatan maksimal,” tambahnya.
Polres Sukabumi: Keamanan Warga Harga Mati
Di lokasi yang sama, Wakapolres Sukabumi, Kompol Agus Susanto, menyoroti aspek keselamatan publik dan potensi kerawanan kriminalitas di sekitar jembatan yang minim penerangan tersebut.
”Jembatan ini sudah tidak layak dan sangat membahayakan. Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek dan Desa untuk memberikan imbauan keras, bahkan penutupan akses secara ketat jika debit air sungai meningkat demi mencegah korban jiwa,” jelas Kompol Agus.
Menanggapi keluhan warga soal kerawanan tindakan kriminal akibat suasana jembatan yang gelap dan sepi, Wakapolres memastikan akan ada peningkatan intensitas patroli.
”Kami instruksikan jajaran Polsek meningkatkan patroli di jam-jam rawan. Kami juga menyarankan agar pembangunan nanti menyertakan fasilitas penerangan yang memadai. Intinya, aspek keamanan (Kamtibmas) harus jadi bagian dari perencanaan teknis jembatan ini ke depan,” pungkasnya.
Peninjauan ini diharapkan menjadi titik terang bagi warga Desa Karang Tengah yang selama ini dihantui rasa was-was setiap kali melintasi jembatan gantung tersebut.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra












