Unik! Lomba Tari Cuci Tangan Meriahkan World Hand Hygiene Day di RSUD Sekarwangi, Peserta Terjauh dari Kalibunder

Tarian Cuci Tangan yang diperagakan oleh Tenaga Kesehatan di RSUD Sekarwangi. Rabu, (6/5/26).

SUKABUMISATU.com – Peringatan World Hand Hygiene Day (Hari Cuci Tangan Sedunia) tingkat Kabupaten Sukabumi tahun 2026 di RSUD Sekarwangi berlangsung semarak. Tak sekadar seremoni, acara diisi dengan lomba edukasi cuci tangan yang dikemas melalui gerakan tari kreatif, Rabu (06/05/2026).

​Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ibu Bupati Sukabumi, Rina Rosmaniar Japar, ini diikuti oleh berbagai perwakilan fasilitas kesehatan. Ada momen menarik saat salah satu peserta secara spontan membawa handsanitizer ke atas panggung untuk mempraktikkan langsung cara mencuci tangan di tengah koreografi tarian mereka.

Ibu ​Bupati Sukabumi, Rina Rosmaniar Japar, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas para tenaga kesehatan dalam menyosialisasikan pentingnya kebersihan tangan.

Baca Juga  Diserang Saat Pulang Nobar Persib-Persija, Tiga Bobotoh di Cibadak Sukabumi Luka-luka Rumah Sakit

​”Cara edukasi seperti ini sangat efektif. Pesannya sampai, tapi suasananya tetap menyenangkan. Kesehatan memang harus dimulai dari tangan yang bersih,” ujar Hj. Rina pada sukabumisatu.com disela acara.

​Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyebutkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat, peserta terjauh datang dari ujung selatan Sukabumi, yakni Puskesmas Kalibunder, serta partisipasi dari pihak swasta seperti RS Hermina Sukaraja.

Foto Bersama Ibu Bupati Sukabumi Hj Rina Romaniar Japaf, Kadinkes Kab.Sukabumi Masykur Alawi, dan Direktur RSUD Sekarwangi dr. Asep Suherman, serta jajaran tenaga Kesehatan.

​”Kehadiran rekan-rekan dari Puskesmas Kalibunder dan RS Hermina Sukaraja menunjukkan komitmen bersama bahwa standar keselamatan pasien dan PHBS adalah tanggung jawab seluruh faskes di Kabupaten Sukabumi tanpa terkecuali,” tegas Masykur.

​Sementara itu, Direktur RSUD Sekarwangi, dr. H. Asep Suherman, M.Kes., menjelaskan bahwa penggunaan media tari dimaksudkan agar enam langkah cuci tangan standar WHO lebih mudah diingat oleh masyarakat dan internal nakes.

Baca Juga  Sejarah Rumah Sakit Sekarwangi Dari Rumah Sakit Misionaris Hingga Menjadi Rumah Sakit Umum Daerah

​”Kami ingin budaya cuci tangan ini menjadi gaya hidup. Tadi kita lihat ada peserta yang langsung membawa handsanitizer, itu menunjukkan kesiapsiagaan nakes kita dalam menjaga higienitas di mana pun berada,” ungkap dr. Asep.

​Senada dengan direktur, perwakilan tenaga kesehatan RSUD Sekarwangi mengaku bangga bisa terlibat dalam kampanye ini.

​”Kami ingin menunjukkan bahwa nakes tidak hanya kaku di pelayanan, tapi juga bisa kreatif mengedukasi pasien. Kebersihan tangan adalah kunci utama patient safety,” pungkasnya.

​Acara ditutup dengan peragaan cuci tangan massal yang dipimpin oleh Ibu Bupati bersama jajaran manajemen RSUD Sekarwangi dan Dinas Kesehatan.

Baca Juga  Kritis, IRT di Bojongkokosan Tertabrak Motor Sepulang Kerja

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *