Selasa,16 Juli 2024
Pukul: 01:50 WIB

Pengeroyokan di Gegerbitung Diduga Salah Sasaran, Warga Desak Polisi Usut Tuntas

Pengeroyokan di Gegerbitung Diduga Salah Sasaran, Warga Desak Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 1 April 2023
/ Pukul: 18:25 WIB
Sabtu, 1 April 2023
Pukul 18:25 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Warga Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi mendesak polisi mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan R alias B di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Sebut banyak kejanggalan, warga menilai R adalah korban salah sasaran.

Seperti yang diungkapkan salah seorang kerabat R, yakni A. Pasca peristiwa pengeroyokan, A bersama beberapa perwakilan keluarga dan warga Desa Bojongsawah mengikuti pertemuan di Polsek Gegerbitung.

“Di situ kami mendapati banyak keterangan dari saksi-saksi. Almarhum ini diduga kuat korban salah sasaran,” kata A kepada sukabumisatu.com, Sabtu (1/4/2023).

A lantas menceritakan kronologi kejadian yang Ia dapat dari saksi saat pertemuan di Polsek Gegerbitung. Peristiwa percobaan pencurian sepeda motor terjadi di rumah warga bernama Doni alias Dodo di Kampung Kawungluwuk, Desa Caringin, Gegerbitung, Jumat dinihari (31/3/2023).

Pemilik sepeda motor sempat mengejar maling yang sudah masuk ke area rumah. Namun saat itu, maling berhasil melarikan diri.

Sekitar 15 menit kemudian, ramai terdengar dari kampung sebelah soal penangkapan pria diduga maling yakni R. Namun ciri-ciri maling yang dikejar dengan R berbeda.

“Maling yang dikejar itu pakai baju coklat dan perawakannya kecil. Sementara almarhum ini yang ditangkap warga pakai kaos hitam celana jeans dan perawakannya tinggi,” kata dia.

“Dan lokasi pengeroyokannya itu bukan di Kampung Kawungluwuk, enggak sama dengan lokasi percobaan pencurian. Lokasi pengeroyokannya di kampung sebelahnya, di Cilubang Hilir,” tuturnya.

Kejanggalan lainnya, lanjut A, didapat dari aparat setempat yang sempat berbincang dengan R dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Warga mendapati R sedang berada di sebuah masjid di Gegerbitung. R juga mengaku diajak seorang teman untuk datang ke Desa Caringin menggunakan sepeda motor trail.

“Nah sementara korban ini dia enggak bisa pakai motor kopling. Pake motor biasa aja dia enggak lancar,” kata dia.

“Jadi kalau korban ini disebut maling, buktinya apa? kami menilai ini sangat janggal. Sebelum meninggal, korban mengaku hanya diajak saja,” tambahnya.

Di sisi lain, A tak memungkiri bahwa almarhum R diajak ke lokasi oleh temannya yang kini kabur. A mengaku sudah mendapatkan informasi soal identitas maling yang sebenarnya.

“Yang pelakunya itu yang kabur. Sudah teridentifikasi juga identitasnya, warga desa sebelah,” imbuhnya.

Atas kejanggalan-kejanggalan tersebut, A menegaskan pihak keluarga dan warga kampungnya di Desa Bojongsawah mendesak kepolisian bertindak. Warga meminta polisi mengusut tuntas kasus ini.

“Usut tuntas terkait pelaku pencurian yang sebenarnya dan usut tuntas juga terkait pengeroyokan yang menewaskan keluarga kami,” kata dia.

“Kalau misal empat hari engga tuntas, belum ada kelanjutannya, pemuda di sini akan bertindak. Kami sudah siap untuk perang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya R tewas dikeroyok di Kecamatan Gegerbitung. Ia jadi sasaran amukan warga karena diduga hendak melakukan pencurian sepeda motor.

R mengalami pendarahan dan luka parah di sekujur tubuh. Ia meninggal dunia saat ditangani di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Related Posts

Add New Playlist