Jumat,17 April 2026
Pukul: 16:42 WIB

Jejak Misterius Kematian Penata Rambut di Sukaraja: Hilangnya Ponsel, Aktivitas Terakhir, dan Luka di Tubuh

Jejak Misterius Kematian Penata Rambut di Sukaraja: Hilangnya Ponsel, Aktivitas Terakhir, dan Luka di Tubuh

Minggu, 10 Agustus 2025
/ Pukul: 11:28 WIB
Minggu, 10 Agustus 2025
Pukul 11:28 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Kasus kematian SL (41), penata rambut asal Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, menyisakan tanda tanya besar. Perempuan yang baru dua bulan tinggal di kamar kos di Kampung Kebonmanggu, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja itu ditemukan tak bernyawa pada Selasa sore (5/8/2025), dalam kondisi terlentang di atas kasur, sebagian tubuh tertutup selimut, dan masih berpakaian lengkap.

 

Jejak Waktu Terakhir

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 15.00 WIB, SL masih terlihat hidup. Ia sempat membayar utang kepada seorang teman, kemudian membeli obat di warung dekat kos karena mengeluh sakit di bagian lambung. Tak lama setelah itu, tidak ada lagi warga yang melihatnya.

Perkiraan medis menyebut, SL meninggal dunia 2–6 jam sebelum dibawa ke RSUD R. Syamsudin S.H. (RS Bunut). Artinya, korban kemungkinan meregang nyawa pada rentang waktu sore hingga menjelang malam hari.

Baca Juga  Satpam Dibunuh di Bogor Orang Palabuhanratu, Polisi Ungkap Fakta Ini

TKP: Tak Terkunci, Ponsel Hilang

Pintu kamar kos SL ditemukan dalam keadaan tidak terkunci. Seorang tetangga yang curiga lalu masuk dan mendapati korban sudah terbujur kaku. Tidak ada tanda perlawanan mencolok di dalam kamar, tetapi satu barang penting dinyatakan hilang: telepon genggam milik korban.

 

“Ada indikasi pidana karena handphone korban tidak ada. Tim kami tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan ada atau tidaknya peristiwa pidana,” ungkap KBO Reskrim Polres Sukabumi Kota, IPTU Irfan Fahrudin.

 

Hilangnya ponsel menjadi celah penting dalam penyelidikan. Perangkat itu diyakini dapat mengungkap percakapan terakhir korban, lokasi terakhir, hingga potensi pihak yang berinteraksi dengannya.

Baca Juga  Sah! AKBP Ary Setyawan Wibowo jadi Kapolres Sukabumi Kota

Hasil Pemeriksaan Awal: Luka Kecil, Makna Besar

Visum luar menunjukkan adanya luka lecet pada jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan, serta lebam kecil berukuran 3×4 cm di bahu kanan. Meskipun terlihat ringan, luka ini bisa mengarah pada beberapa kemungkinan: benturan, terjatuh, atau interaksi fisik dengan pihak lain.

Namun, pihak RSUD menegaskan bahwa tanpa autopsi, penyebab pasti kematian sulit dipastikan.

 

“Untuk sebab pasti kematian harus ditentukan melalui autopsi atau pemeriksaan dalam. Namun keluarga tidak berkenan, sehingga tidak dilakukan,” jelas Irfan.

 

Empat Saksi, Banyak Pertanyaan

Hingga kini, empat orang saksi telah diperiksa. Namun, belum ada yang bisa memastikan dengan siapa SL terakhir kali bersama sebelum meninggal. Fakta bahwa ia masih beraktivitas normal beberapa jam sebelum ditemukan meninggal, membuat penyidik harus menelusuri kemungkinan kondisi medis mendadak atau kejadian tak terduga yang mengarah pada tindak pidana.

Baca Juga  Kasus Paman Cabuli Keponakan di Kota Sukabumi, Keluarga Terdakwa Laporkan Dugaan Penganiayaan

Penyelidikan Berlanjut

Penyidik masih mengumpulkan bukti, termasuk potensi jejak digital dari ponsel korban yang hilang. Analisis ini diharapkan bisa memberi gambaran jelas tentang detik-detik terakhir kehidupan SL.

Kasus ini bukan hanya soal kematian mendadak di kamar kos, tetapi juga tentang mengungkap kebenaran di balik hilangnya barang penting, aktivitas terakhir korban, dan luka-luka kecil yang mungkin memegang kunci jawaban.

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist