Minggu,19 April 2026
Pukul: 11:58 WIB

Viral! Pria Mengaku Mantan ASN Kementan di Sukabumi Minta Tolong Prabowo, Ngaku Diintimidasi Usai Lapor Korupsi

Viral! Pria Mengaku Mantan ASN Kementan di Sukabumi Minta Tolong Prabowo, Ngaku Diintimidasi Usai Lapor Korupsi

Minggu, 19 April 2026
/ Pukul: 11:58 WIB
Minggu, 19 April 2026
Pukul 11:58 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM, SUKABUMI – Sebuah unggahan video di media sosial mendadak viral setelah seorang pria yang mengaku sebagai mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian (Kementan) melayangkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam video tersebut, ia mengaku menjadi korban kriminalisasi dan teror berkepanjangan akibat upayanya membongkar kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi. Minggu, (19/04/2026).

​Pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai Zaizal ini tampil dengan kondisi tangan kiri dibebat penyangga (arm sling). Ia mengklaim telah mengalami berbagai bentuk intimidasi selama 24 tahun terakhir, terutama setelah dirinya melaporkan dugaan praktik korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga  Prabowo Subianto Terima Pin Emas dari SMSI atas Dedikasinya Jaga Demokrasi

​”Saya memohon bantuan kepada Bapak Presiden Prabowo dalam menyelesaikan kasus kriminalisasi dan teror yang menimpa saya sepanjang 24 tahun bekerja, setelah saya menentang koruptor dan melapor ke KPK,” ujar Zaizal dalam video yang diunggah akun TikTok @joyang6798.

Rentetan Teror yang Diklaim Korban

​Dalam pernyataan lisannya, Zaizal merinci sejumlah peristiwa yang disebutnya sebagai bentuk intimidasi sistematis, di antaranya:

Perusakan Properti: Ia mengklaim rumahnya dirusak pada tahun 2005, 2013, dan 2019. Perusakan terakhir disebut terjadi tujuh bulan setelah ia melapor ke KPK.

Baca Juga  Kasus Duel Pelajar di Surade: Sekolah Klarifikasi, Netizen Pertanyakan Tanggung Jawab

Intimidasi di Jalan: Kaca mobil dibobol saat perjalanan hingga ban mobil yang sengaja dilepas.

Kematian Orang Tua: Ia bahkan mengaitkan wafatnya kedua orang tuanya sebagai dampak dari kebijakan Pemkab Sukabumi yang menekannya.

Dugaan Rekayasa Medis: Zaizal mengaku dipaksa oleh oknum pejabat Badan Kepegawaian Pemkab Sukabumi untuk berobat ke poli jiwa tanpa diagnosa yang jelas, yang kemudian berujung pada dugaan rekayasa diagnosa gangguan jiwa berat di RSUD Sekarwangi.

Kekerasan Fisik Terbaru: Terakhir, ia mengaku diserempet orang tak dikenal hingga mengalami patah tulang bahu.

Baca Juga  Isu Gerindra Caplok Gibran jadi Cawapres Prabowo, Ribka Tjiptaning: Biarkan Saja, Politik kan Dinamis

Masih Berupa Dugaan

​Hingga berita ini diturunkan, pernyataan Zaizal tersebut masih bersifat klaim sepihak. Belum ada bukti otentik atau dokumen hukum yang memperkuat validitas dari rentetan kejadian tersebut sebagai aksi intimidasi terorganisir.

​Tim redaksi sukabumisatu.com tengah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan manajemen RSUD Sekarwangi, guna mendapatkan klarifikasi atas tudingan serius yang dilontarkan oleh pria tersebut.

Reporter: Uga Khaeru Rabbani

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist