News  

Viral! Pria Mengaku Mantan ASN Kementan di Sukabumi Minta Tolong Prabowo, Ngaku Diintimidasi Usai Lapor Korupsi

Hasil tangkapan layar tiktok.

SUKABUMISATU.COM, SUKABUMI – Sebuah unggahan video di media sosial mendadak viral setelah seorang pria yang mengaku sebagai mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian (Kementan) melayangkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam video tersebut, ia mengaku menjadi korban kriminalisasi dan teror berkepanjangan akibat upayanya membongkar kasus korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi. Minggu, (19/04/2026).

​Pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai Zaizal ini tampil dengan kondisi tangan kiri dibebat penyangga (arm sling). Ia mengklaim telah mengalami berbagai bentuk intimidasi selama 24 tahun terakhir, terutama setelah dirinya melaporkan dugaan praktik korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

​”Saya memohon bantuan kepada Bapak Presiden Prabowo dalam menyelesaikan kasus kriminalisasi dan teror yang menimpa saya sepanjang 24 tahun bekerja, setelah saya menentang koruptor dan melapor ke KPK,” ujar Zaizal dalam video yang diunggah akun TikTok @joyang6798.

Baca Juga  RSUD Palabuhanratu Dikepung Masalah: Portal Parkir Lumpuh, Tarif Diduga Tabrak Perda!

Rentetan Teror yang Diklaim Korban

​Dalam pernyataan lisannya, Zaizal merinci sejumlah peristiwa yang disebutnya sebagai bentuk intimidasi sistematis, di antaranya:

Perusakan Properti: Ia mengklaim rumahnya dirusak pada tahun 2005, 2013, dan 2019. Perusakan terakhir disebut terjadi tujuh bulan setelah ia melapor ke KPK.

Intimidasi di Jalan: Kaca mobil dibobol saat perjalanan hingga ban mobil yang sengaja dilepas.

Kematian Orang Tua: Ia bahkan mengaitkan wafatnya kedua orang tuanya sebagai dampak dari kebijakan Pemkab Sukabumi yang menekannya.

Dugaan Rekayasa Medis: Zaizal mengaku dipaksa oleh oknum pejabat Badan Kepegawaian Pemkab Sukabumi untuk berobat ke poli jiwa tanpa diagnosa yang jelas, yang kemudian berujung pada dugaan rekayasa diagnosa gangguan jiwa berat di RSUD Sekarwangi.

Baca Juga  Gedung IKM Rusak Diterjang Angin, Sorotan Menguat ke Arah Kualitas Bangunan dan Jejak Kasus Korupsi Proyek IKM

Kekerasan Fisik Terbaru: Terakhir, ia mengaku diserempet orang tak dikenal hingga mengalami patah tulang bahu.

Masih Berupa Dugaan

​Hingga berita ini diturunkan, pernyataan Zaizal tersebut masih bersifat klaim sepihak. Belum ada bukti otentik atau dokumen hukum yang memperkuat validitas dari rentetan kejadian tersebut sebagai aksi intimidasi terorganisir.

​Tim redaksi sukabumisatu.com tengah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan manajemen RSUD Sekarwangi, guna mendapatkan klarifikasi atas tudingan serius yang dilontarkan oleh pria tersebut.

Reporter: Uga Khaeru Rabbani

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *