Selasa,16 Juli 2024
Pukul: 07:46 WIB

Tersangka Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Cisaat Masih Berkeliaran, Tim Penasehat Hukum Korban Desak Polisi Lakukan Penahanan

Tersangka Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Cisaat Masih Berkeliaran, Tim Penasehat Hukum Korban Desak Polisi Lakukan Penahanan

Sabtu, 9 September 2023
/ Pukul: 10:58 WIB
Sabtu, 9 September 2023
Pukul 10:58 WIB
Tim dari Kantor Hukum Nurhikmat, S.H. dan Partner menyambangi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Sukabumi, Jumat (08/09/2023). Mereka membahas penanganan kasus penganiayaan anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Cisaat beberapa waktu lalu.
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Kepolisian Sektor Cisaat Polres Sukabumi Kota didesak untuk menahan pelaku kasus penganiayaan atau kekerasan terhadap AL, seorang anak dibawah umur. Pelaku penganiayaan diketahui seorang pria Dewasa yang berinisial S, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan alias masih bebas berkeliaran.

Hal tersebut diungkapkan Tim Penasehat Hukum Korban dari Kantor Hukum Nur Hikmat, S.H. dan Partners. Tim penasehat hukum menilai kepolisian tidak bisa menjelaskan terkait alasan tersangka tidak ditahan.

“Kami sudah berupaya melakukan klarifikasi ke polsek, tapi dari polsek tidak bisa menjelaskan secara jelas terkait alasannya. Padahal pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Diki Darmadi, salah satu anggota tim penasehat hukum korban ditemui sukabumisatu.com, Jumat (08/09/2023).

Diki meminta pihak kepolisian mempertimbangkan faktor-faktor subjektifitas untuk melakukan penahanan tersangka. Korban yang merupakan warga Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi kini mengalami trauma baik secara fisik maupun psikis.

“Ada indikasi tersangka ini bisa melakukan perbuatan lagi, atau menghilangan barang bukti dan melarikan diri,” kata Diki.

Anggota tim penasehat hukum korban lainnya, Nurhikmat, mengatkan bahwa kasus ini harus menjadi atensi bagi kepolisian. Terlebih korban merupakan anak di bawah umur.

Ia menilai penahanan terhadap tersangka itu penting untuk dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan tindakan serupa terhadap korban.

“Apalagi ini kasusnya menimpa seorang anak di bawah umur yang ancaman hukumannya tidak main-main. Kami juga meminta Pak Kapolres Sukabumi Kota untuk memberikan atensi terhadap kasus ini,” kata dia.

Dendi Mulyadi yang juga tim penasehat hukum korban, memaparkan kronologi tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku kepada korban. Peristiwa itu terjadi pada Jumat 23 Juni 2023 lalu sekira pukul 15.00 WIB.

“Saat itu korban ini hendak mengantarkan dua adiknya yang masih berusia 3 dan 5 tahun. Namun tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, pelaku melakukan penganiayaan kepada klien kami,” kata dia.

Akibat penganiayaan itu, lanjut Dendi, korban mengalami trauma fisik dan psikis. Korban juga sempat mendapat penanganan medis dengan menggunakan alat bantu pernafasan di rumah sakit.

“Semenjak kejadian itu korban sering mengeluhkan pusing, sakit leher, dan sesak dada. Pelapor/ Korban juga mengalami perlakuan intimidasi verbal baik secara lisan maupun diancam lewat pesan WA (Whatsapp),”¬†tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Cisaat Komisaris Polisi (Kompol) Deden Sulaeman, menjelaskan alasan terkait tidak ditahannya tersangka. Penahanan tidak dilakukan karena ada permohonan dan penjaminan dari orangtua tersangka.

“Begitu kami mendapatkan laporan, pelaku ini kami amankan untuk dimintai keterangan. Saat itu ada orangtua pelaku yang siap menjadi penjamin dan menyatakan siap menjamin tersangka tidak akan melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barangbukti,” kata Deden ditemui sukabumisatu.com di kantornya.

Selain itu, tersangka juga bersikap kooperatif selama proses penyelidikan kasus. Tersangka menyanggupi permintaan polisi untuk wajib melapor sebanyak dua kali dalam seminggu.

Tersangka juga memenuhi kewajibannya dengan datang sebanyak dua kali dalam seminggu. Saat itu, polisi juga tidak mendapati gelagat mencurigakan dari pelaku.

“Dan terkait wajib lapor dua kali dalam seminggu yang bersangkutan tidak pernah absen,” kata Deden.

Polisi juga sempat mengupayakan penerapan restorative justice dalam kasus ini. Hal tersebut dilakukan karena pelaku dan korban masih ada keterkaitan hubungan.

“Kami melihat alangkah lebih baik jika kedua belah pihak berdamai. Namun upaya itu buntu, proses hukum pun berjalan,” imbuh Deden.

Alasan lain terkait tidak ditahannya tersangka, lanjut Deden, adalah ancaman hukuman dari pasal yang diterapkan dalam kasus ini. Tersangka dijerat dengan Pasal 76C Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dimana ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan.

Terkait progres penanganan kasus, Deden mengatakan saat ini kepolisian sudah mengirimkan berkas ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi. Kepolisian tinggal menunggu berkas P21 atau pemberitahuan bahwa hasil penyelidikan sudah lengkap.

“Kami berupaya profesional dalam penanganan kasus ini. Kepolisian juga mempertimbangan berbagai aspek sehingga sempat dilakukan langkah restorative justice meskipun hasilnya tidak tercapai,” kata Deden.

“Disamping itu kami juga tidak membiarkan kasus ini. Penanganan kasus sedang berjalan dan sebelumnya pada 12 Juli 2023 berkas sudah diserahkan ke Kejari dan ada pengembalian berkas atau P19 pada 27 Juli. Sekarang kita menunggu jawaban dari Kejari setelah berkas perkara kami lengkapi,” tutur Deden.

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Related Posts

Add New Playlist