CIBADAK, SUKABUMISATU.com – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan raya nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis malam (9/4/2026). Sebuah truk pengangkut tanah mundur saat menanjak dan menghantam truk lain yang berada di belakangnya.
Pantauan di lokasi, truk yang menjadi korban adalah truk Hino berwarna hijau dengan nomor polisi B 9892 PXR. Kondisi bagian depan truk tersebut mengalami kerusakan parah, kaca pecah, dan dashboard hancur akibat menahan beban truk di depannya.
Sopir truk Hino, Nurpalah, menceritakan detik-detik mencekam saat kendaraannya dihantam truk pengangkut tanah. Saat itu, ia sedang melaju dari arah Karawang menuju Sukabumi dalam kondisi tanpa muatan.
”Mobil tanah di depan nggak kuat nanjak, tiba-tiba mati mesin dan langsung mundur. Saya nggak bisa menghindar karena di belakang juga rapat kendaraan lain. Mau buang kanan juga banyak mobil. Ya akhirnya pasrah saja tertabrak,” ujar Nurpalah kepada sukabumisatu.com di lokasi kejadian.
Beruntung, Nurpalah yang saat itu berkendara sendirian tidak mengalami luka sedikitpun meskipun kabin depan truknya ringsek. “Alhamdulillah, saya sehat, tidak kenapa-kenapa,” singkatnya.
Sementara itu, salah seorang saksi di lokasi, Pak Yudi, menyebutkan bahwa truk Hino hijau tersebut justru menjadi ‘penyelamat’. Menurutnya, jika truk tersebut tidak menahan laju mundur truk tanah, kemungkinan besar akan jatuh korban jiwa yang lebih banyak.
”Bukan adu banteng, tapi mobil depannya mundur. Mobil (Hino) ini yang menahan. Kalau nggak ditahan mobil ini, mungkin kejadiannya lebih parah dan banyak korban jiwa karena arus sedang ramai,” kata Yudi.
Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas dari arah Cibadak menuju Parungkuda maupun sebaliknya mengalami kemacetan panjang. Ekor kepadatan kendaraan dilaporkan mencapai kawasan Sekarwangi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengaturan arus lalu lintas di lokasi. Unit kendaraan yang terlibat kecelakaan rencananya akan segera dievakuasi menggunakan mobil derek agar tidak terus menghambat jalur.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra











