SUKABUMISATU.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang kembali memicu bencana di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Sebuah pohon karet berukuran besar tumbang dan melintang di ruas jalan raya Sagaranten – Cidolog, tepatnya di Kampung Batucuri RT 003/003, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten, Senin malam (6/4/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.15 WIB ini sempat memutus arus lalu lintas dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur kabel telekomunikasi di area tersebut.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kepala Dusun setempat, Erwan, kejadian bermula saat angin kencang disertai hujan ringan melanda wilayah Sagaranten. Warga sekitar tiba-tiba dikagetkan dengan suara benturan keras yang bersumber dari arah jalan raya.
”Warga mendengar suara dentuman cukup keras. Pas dicek, ternyata pohon karet dengan diameter sekitar 30 centimeter dan panjang 15 meter sudah tumbang menutupi badan jalan,” ujar petugas P2BK Sagaranten, Deniar Rumpaka pada sukabumisatu.com
Dampak Kerusakan
Tumbangnya pohon karet tersebut tidak hanya menutup akses utama kendaraan, tetapi juga menyeret kabel jaringan internet. Tercatat, sebanyak 3 tiang kabel WiFi runtuh akibat hantaman dahan pohon yang cukup berat.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Evakuasi Gabungan
Mendapat laporan warga, petugas P2BK Sagaranten langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Forkopimcam, Damkar, Tagana, Polsek, dan Koramil 2211 Sagaranten.
Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong menggunakan mesin pemotong kayu (chainsaw/sinso). Berkat kesigapan petugas gabungan dan bantuan warga, material pohon berhasil dibersihkan dalam waktu singkat.
”Sekitar pukul 23.10 WIB, pohon berhasil dievakuasi seluruhnya. Saat ini jalur lalu lintas Sagaranten – Cidolog sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan,” tambah Deniar.
Himbauan bagi Warga
Pihak P2BK Sagaranten tetap menghimbau kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di jalur rawan pohon tumbang agar selalu waspada, terutama saat terjadi cuaca ekstrem seperti angin kencang yang kerap melanda wilayah Sukabumi akhir-akhir ini.
Reporter: Aris
Editor: Demi Pratama Adiputra












