Selasa,10 Maret 2026
Pukul: 00:02 WIB

Redam Polemik, Proyek Panas Bumi Cisolok-Cisukarame Disosialisasikan: Keamanan Lingkungan Jadi Harga Mati

Redam Polemik, Proyek Panas Bumi Cisolok-Cisukarame Disosialisasikan: Keamanan Lingkungan Jadi Harga Mati

Kamis, 12 Februari 2026
/ Pukul: 17:43 WIB
Kamis, 12 Februari 2026
Pukul 17:43 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) menggelar sosialisasi besar-besaran bersama ratusan warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (12/02/2026). Langkah ini diambil sebagai upaya transparansi menyusul adanya dinamika warga yang sempat mendatangi kantor desa beberapa waktu lalu.

​Pihak perusahaan memberikan klarifikasi terkait aksi warga tersebut. DMCG menepis anggapan bahwa kedatangan warga ke kantor desa adalah bentuk penolakan keras. Menurut perusahaan, hal itu lebih merupakan bentuk aspirasi serta ekspresi kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan di masa depan.

​”Kami melihat itu bukan penolakan, melainkan bentuk apresiasi warga yang ingin tahu lebih dalam, sekaligus bentuk kekhawatiran yang wajar atas dampak yang mungkin terjadi di kemudian hari. Itulah alasan kami hadir di sini, untuk menjawab semua keraguan tersebut secara ilmiah dan transparan,” ungkap Pimpinan Proyek DMCG, Doni Masditok.

Baca Juga  Hari Tani Nasional di Sukabumi: Ratusan Massa Tagih Reforma Agraria, BPN Dituding Lalai Urus HGU Kadaluarsa

Pakar Jawab Kekhawatiran Warga

​Untuk meredam keresahan terkait isu bencana, DMCG menghadirkan sejumlah pakar. Pakar Vulkanologi, Prof. Dr. Ir. Nana Sulaksana, MSP, menegaskan bahwa operasional panas bumi tidak akan mengubah struktur gunung karena pengambilan uap dilakukan melalui lubang kecil dengan penguatan pipa baja.

​”Justru kehadiran proyek ini akan memperkuat mitigasi longsor melalui penataan drainase dan dinding penahan tanah di area kerja yang terencana,” jelas Prof. Nana.

​Sementara itu, Dr. Ir. Dewi Gentana, MM, pakar geologi, memastikan stabilitas tekanan bawah tanah tetap terjaga melalui sistem reinjeksi. Ia menjamin bahwa getaran mikroseimik yang terjadi merupakan hal alami dalam kegiatan panas bumi dan tidak akan merusak pemukiman warga karena dipantau melalui seismograf secara real-time.

Baca Juga  Tolak Sangsi Pidana RUU ODOL, Ratusan Sopir Truk Geruduk Kantor Dishub Kabupaten Sukabumi

Target Beroperasi 2029

​Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cisolok-Cisukarame ini merupakan salah satu proyek strategis nasional dalam transisi energi bersih. Dengan potensi total mencapai 45 MW, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan listrik di wilayah Jawa Barat.

​Pihak manajemen menargetkan seluruh rangkaian pengembangan hingga operasional komersial dapat diselesaikan secara bertahap dengan target rampung pada tahun 2029.

Dukungan dan Manfaat Lokal

​Selain aspek teknis, sosialisasi ini juga menekankan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan warga sekitar melalui Bonus Produksi dan penyerapan tenaga kerja lokal. Perwakilan dari Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat turut hadir memastikan proyek ini berjalan sesuai regulasi lingkungan hidup.

Baca Juga  Tentang Tambak Udang Minajaya DPRD Bilang PKKPL Sudah Terbit

​”Kami optimis dengan komunikasi yang terbuka, PLTP Cisolok akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan warga dan lingkungan,” tutup Doni Masditok.

​PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) sendiri merupakan anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), bagian dari grup Sinar Mas, yang fokus pada pengembangan energi terbarukan di wilayah Sukabumi.

Reporter: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist