SUKABUMISATU.com – Pedagang ayam potong di Pasar Semi Modern Cibadak, Kabupaten Sukabumi mengeluhkan melonjaknya harga ayam dalam beberapa pekan terakhir. Mereka menuding program makan bergizi gratis (MBG) pemerintah menjadi salah satu penyebab berkurangnya stok ayam di pasar.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Cibadak, Ai Maesaroh, mengatakan harga ayam kini menembus Rp38 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya Rp28 ribu hingga Rp30 ribu. Menurutnya, program MBG membuat pasokan ayam di pasar berkurang drastis.
“Stok ayam banyak langsung diborong untuk program makan bergizi gratis. Jadi pedagang pasar seperti kami kekurangan barang, akhirnya harga naik. Dari dapur program itu saja bisa habis lebih dari satu ton untuk dibagi ke sekolah,” ungkap Ai, Kamis (28/8/2025).
Kondisi tersebut berdampak pada penjualan pedagang. Menurut Ai, pasar menjadi sepi karena pembeli keberatan dengan harga tinggi. “Ekonomi pasar jadi nol. Kalau menurut saya, sebaiknya bantuan makan bergizi itu dikelola orang tua. Jadi mereka bisa belanja langsung ke pasar, ekonomi ikut jalan,” katanya.
Sementara Amoy, salah satu pengunjung pasar, mengaku kenaikan harga ayam menyulitkan ibu rumah tangga. “Biasanya beli 2 kilo, sekarang cuma setengah kilo. Harapannya harga sembako bisa turun lagi,” ujarnya.
Pedagang berharap pemerintah meninjau kembali mekanisme distribusi program MBG agar tidak mengganggu stok dan harga di pasar tradisional.
Reporter: Suhendi Soex, M Mawaldi












