Selasa,21 April 2026
Pukul: 10:54 WIB

Nenek Rohanah Hidup di Rumah Hampir Roboh, Dikerubuti Tawon Tiap Hari

Nenek Rohanah Hidup di Rumah Hampir Roboh, Dikerubuti Tawon Tiap Hari

Selasa, 30 September 2025
/ Pukul: 13:24 WIB
Selasa, 30 September 2025
Pukul 13:24 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Hidup di usia senja seharusnya dijalani dengan tenang. Namun tidak demikian dengan Rohanah (65), seorang janda lansia asal Kampung Jelegong RT 01 RW 03, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak. Sehari-hari ia harus bertahan di rumah reyot yang nyaris roboh, ditemani cucunya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

 

Bangunan rumah peninggalan almarhum suaminya, Tirta, hanya berdiri karena ditopang bambu seadanya. Kondisi yang memprihatinkan itu bahkan diperparah dengan sarang tawon yang menempel di beberapa sudut rumah, membuat Rohanah kerap dikerubuti serangga.

Baca Juga  Innalillahi! Longsor Timbun Puluhan Petak Sawah dan Sumber Air Bersih di Nagrak Sukabumi

 

“Dulu saya dan almarhum suami ingin memperbaiki rumah ini, tapi sejak beliau meninggal 10 tahun lalu, semua harapan itu sirna. Sekarang yang penting saya bisa menjaga cucu, semoga dia tetap bisa sekolah,” ucap Rohanah lirih.

 

Kabar kondisi Rohanah akhirnya sampai ke pemerintah desa. Senin (30/9/2025), jajaran Pemdes Balekambang bersama Bhabinkamtibmas, Aiptu Edis Limbong, turun langsung meninjau kediaman Rohanah. Mereka memberikan bantuan sembako dan berbagi rezeki sebagai bentuk kepedulian.

 

Tak hanya itu, aparat desa bersama Pak RT, Pak RW, serta pemuda RT 01 bergotong royong membantu menurunkan material bangunan berupa hebel, yang diharapkan bisa menjadi awal perbaikan rumah Rohanah.

Baca Juga  Seorang Ibu Korban Penyiraman Air Keras Akhirnya Meninggal Dunia, Suami Menjadi Tersangka

 

Kepala Desa Balekambang, dalam keterangannya, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk hadir di tengah warganya yang membutuhkan.

“Bu Rohanah ini salah satu warga yang harus kita perhatikan bersama. Alhamdulillah hari ini kami bersama Bhabinkamtibmas, RT, RW, dan para pemuda bisa turun langsung untuk membantu. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban beliau,” ujarnya.

 

Ia juga berharap ke depan ada perhatian lebih luas, baik dari pemerintah maupun masyarakat sekitar, agar rumah Rohanah bisa segera diperbaiki menjadi tempat tinggal yang layak.

“Kami tentu tidak bisa sendirian. Kami mengajak semua pihak untuk sama-sama peduli. InsyaAllah jika bergotong royong, rumah Bu Rohanah bisa berdiri kokoh lagi,” tambahnya.

Baca Juga  Insess, Anak Perempuan di Sukabumi Diduga Jadi Korban Rudapaksa dalam Keluarga

 

Kisah Rohanah menjadi cermin masih banyaknya warga pelosok Sukabumi yang membutuhkan uluran tangan. Kehadiran berbagai pihak memberi harapan baru, bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.

Reporter: Suhendi Soex

Related Posts

Add New Playlist