SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Momentum 10 Muharam selalu menyisakan kisah spiritual dan sosial yang menyentuh hati. Hal inilah yang terlihat jelas di Kampung Anggayuda RT 03/RW 05, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (25/6/2026).
Memanfaatkan momentum bulan penuh berkah dalam kalender Hijriah ini, Yayasan Ar-Ridho menggelar aksi nyata berbagi kebahagiaan dengan menyantuni sedikitnya 100 anak yatim dan warga lanjut usia (lansia).
Suasana khidmat sekaligus haru begitu terasa saat gema doa dipanjatkan. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Ridho, KH. Nanang Sumpena, S.Pd.I.—atau yang akrab disapa Kiai Pancuran—ini menjadi oase kepedulian di tengah peliknya kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Mengetuk Pintu Langit Lewat Kepedulian
Bagi Kiai Pancuran, menyantuni anak yatim bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud konkret untuk meringankan beban sesama dan mengetuk pintu langit demi keberkahan wilayah Sukabumi, khususnya Desa Pamuruyan.
”Harapan ke depan, mudah-mudahan para agnia (orang kaya) atau para dermawan di Desa Pamuruyan bisa terus bergerak dan berpartisipasi. Kita ingin anak-anak yatim di desa ini benar-benar terbantu dan merasakan kehadiran kita, terutama di momen Muharam ini,” ujar Kiai Pancuran di sela-sela kegiatan.
Meski acara berlangsung sukses berkat gotong royong warga dan donatur, Kiai Pancuran mencatat ada satu wilayah RW yang belum sempat mengirimkan perwakilannya tahun ini. Namun, hal itu justru menjadi pemacu semangat baginya untuk merajut komunikasi yang lebih masif ke depan.
”Semoga ke depan kegiatan santunan ini tidak hanya dilaksanakan pada satu momentum saja, tetapi bisa menjangkau dan merata di setiap wilayah RW yang berada di Desa Pamuruyan. Dengan begitu, manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya penuh harap.
Doa Tulus dari Ibu Roroh
Sisi humanis acara ini kian kental saat raut bahagia terpancar dari wajah-wajah penerima santunan. Tak hanya anak-anak, para lansia yang hadir pun tak kuasa menahan rasa syukurnya.
Salah satunya diungkapkan oleh Ibu Roroh (45), warga asli Pamuruyan. Sambil menggenggam paket santunan, matanya berkaca-kaca menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada pihak yayasan dan para ustadz yang peduli.
”Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Ustadz dan yayasan. Semoga rezekinya semakin ditambah dan berkah. Kami yang lansia di sini merasa sangat senang dan diperhatikan,” ungkap Ibu Roroh dengan suara bergetar.
Yayasan Ar-Ridho sendiri menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti di momen ini saja. Ke depan, berbagai program sosial dan keagamaan, khususnya pembinaan generasi muda serta kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa, akan terus digulirkan secara konsisten demi kemaslahatan warga Sukabumi.
Reporter: Mawaldi












