Kamis,12 Februari 2026
Pukul: 04:44 WIB

Bukan Sekadar Korban, Lima Pemuda yang Dibacok di Cibadak Ternyata Sengaja ‘Janjian’ Duel

Bukan Sekadar Korban, Lima Pemuda yang Dibacok di Cibadak Ternyata Sengaja ‘Janjian’ Duel

Senin, 2 Februari 2026
/ Pukul: 21:24 WIB
Senin, 2 Februari 2026
Pukul 21:24 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Tabir gelap di balik aksi pembacokan di Jalan Nasional Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, pada Minggu (01/02/2026) dini hari akhirnya terkuak. Fakta terbaru menunjukkan bahwa para korban yang menderita luka bacok tersebut bukanlah korban salah sasaran, melainkan bagian dari kelompok yang memang janjian untuk bertikai.

​Polsek Cibadak bersama Polres Sukabumi kini telah mengamankan empat orang dari pihak lawan, namun penyelidikan terus berkembang pada keterlibatan kedua belah pihak dalam aksi tawuran terencana ini.

Korban tengah menjalani perawatan di RSUS Sekarwangi Cibadak. Minggu, (1/02/26).

Fakta Baru: Duel yang Disepakati di Medsos

​Hasil pendalaman polisi mengungkap bahwa peristiwa ini murni merupakan bentrokan antarkelompok. Kelompok Ciambar Street yang dipimpin pemuda berinisial K, diketahui sengaja bergerak menuju wilayah perbatasan untuk meladeni tantangan kelompok lawan.

Baca Juga  Sebabkan Kematian, Perkelahian 2 Orang Kakek di Sagaranten Akibat Rebutan Garapan

​“Mereka bukan diserang tiba-tiba. Kedua kelompok ini sudah berkomunikasi dan sepakat bertemu melalui Instagram dan WhatsApp. Jadi, ada unsur kesengajaan dari kedua belah pihak untuk bertemu dan melakukan kekerasan,” tegas Kapolsek Cibadak, Kompol I. Djubaedi.

Kronologi ‘Hunting’ yang Berujung Petaka

​Awalnya, rombongan korban yang berjumlah 13 hingga 15 orang bergerak dari Nagrak menuju kawasan Ongkrak dengan dalih mencari motor Yamaha Aerox yang bermasalah. Namun, pergerakan massa dalam jumlah besar pada pukul 01.00 WIB ini sudah mengindikasikan adanya niat tawuran.

Baca Juga  Tega! Pelaku Hipnotis Gasak Uang Kakek Penjual Telur, Telantarkan Korban di Cibadak Sukabumi

​Sempat dibubarkan warga dan aparat di Parungkuda, kelompok ini tidak langsung pulang. Mereka justru bertemu dengan kelompok lawan di perbatasan Cibadak, di mana “janji” tawuran tersebut akhirnya pecah menjadi duel berdarah.

Senjata Tajam dan Konsekuensi Hukum

​Polisi tidak hanya melihat luka yang diderita para korban, tetapi juga fokus pada persiapan senjata tajam yang dibawa oleh kedua kubu. Dari lokasi kejadian, polisi menyita:

​1 bilah samurai

​2 celurit

​1 celurit Jawa

​Status para pemuda yang saat ini dirawat di RSUD Sekarwangi pun terancam meluas dari sekadar saksi/korban menjadi pihak yang turut bertanggung jawab atas pecahnya ketertiban umum.

Baca Juga  Kapolri: Aksi Anarkis Sudah Melampaui Batas, TNI-Polri Siapkan Langkah Tegas

​”Kami tidak hanya mengejar satu pihak. Semua yang terlibat, baik yang membacok maupun yang ikut serta dalam rombongan ‘janjian’ tawuran ini, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambah Kapolsek.

Peringatan bagi Kelompok Motor dan Komunitas

​Kasus ini mengubah narasi dari sekadar kriminalitas jalanan menjadi bukti nyata maraknya fenomena “janjian tawuran” di Sukabumi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika melihat adanya provokasi di media sosial sebelum aksi fisik terjadi di jalanan.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist