Senin,15 Juli 2024
Pukul: 19:01 WIB

Membanggakan! Batik Fins Cimaja, Produk Desa Karangpapak Sukabumi yang Mendunia

Membanggakan! Batik Fins Cimaja, Produk Desa Karangpapak Sukabumi yang Mendunia

Rabu, 29 Mei 2024
/ Pukul: 17:42 WIB
Rabu, 29 Mei 2024
Pukul 17:42 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Satu lagi produk lokal asal Kabupaten Sukabumi yang membanggakan dan berhasil menembus pasar dunia. Adalah Batik Fins, produk fins atau sirip papan selancar buatan Sukabumi ini, jadi salah satu favorit para penikmat olahraga surfing.

Batik Fins digagas oleh Ilham Santosa (57) warga Kampung Marinjung Tengah RT 004 RW 001, Desa Karang Papak, Kecamatan Cisolok. Pria yang karib disapa Ade Rabig ini menceritakan awal mula terciptanya Batik Fins yang hingga kini sudah terjual ribuan set dan tersebar ke beberapa negara di Asia, Eropa, dan Amerika.

“Awalnya tahun 1987 ada seorang kenalan dari Australia yang memberikan papan selancar tanpa sirip. Siripnya atau finsnya itu kemudian kita buat bareng di Cimaja dan awalnya dibuat dari kayu,” tutur Ade Rabig kepada sukabumisatu.com belum lama ini.

Seiring berjalannya waktu Ade Rabig pun berusaha berinovasi untuk menghasilkan fins yang berkualitas dan punya ciri khas. Sekitar tahun 1995-1996, ia mencoba-coba membuatnya dari bahan PVC.

Selanjutnya sekitar tahun 1999, Ade Rabig mendapatkan bantuan modal usaha dan mulai menggarap produksi fins lebih serius. Namun saat itu, Batik Fins belum tercipta.

“Fins batik ini sebenarnya dibuat dari ketidaksengajaan. Hingga sekitar tahun 2001, saat itu adonan resin tak sengaja tumpah ke kain batik dan kita lihat hasilnya bagus. Sampai akhirnya kita terinspirasi untuk memproduksi fins batik hingga sekarang,” kata Ade Rabig.

Tak disangka, inspirasi yang berasal dari ketidaksengajaan itu berbuah manis bagi Ade Rabig. Ia pun melabeli produk buatannya dengan nama Batik Fins yang saat ini sudah dikenal sebagai produk asli dari Cimaja.

“Teman-teman dari Bali, Lombok, dan daerah lain pun sudah mengakui bahwa Fins Batik itu ya berasal dari Cimaja,” tutur Ade Rabig.

Seiring berjalannya waktu, hingga kini tak kurang dari 4.000 set fins sudah laku terjual. Selain customer dari dalam negeri, Batik Fins juga sudah menembus pasar luar negeri seperti Cina, Jepang, Amerika, Brazil, Portugal, dan lainnya.

Usaha dan kreativitas Ade Rabig juga tidak Ia nikmati sendiri. Saat banyak pesanan, Ia kerap memberdayakan warga sekitar untuk membantu memproduksi batik fins.

“Alhamdulillah. Rekan-rekan, anak-anak di sekitaran sini juga mau belajar untuk membuat fins ini,” kata dia.

Ade Rabig menambahkan, fins pada papan surfing berfungsi untuk membantu pra peselancar dalam mengontrol laju papan. Saat ini, para penikmat surfing tidak hanya melihat dari fungsinya saja.

“Semua pembeli yang datang itu tidak hanya membeli karena fungsinya saja, tapi ada kenang-kenangan dan ciri khas dari Batik Cimaja,” kata dia.

 

Related Posts

Add New Playlist