SUKABUMISATU.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Semi Modern Cibadak terus merangkak naik sejak Juli 2025. Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas beras dan ayam potong, sehingga masyarakat terpaksa mengurangi jumlah belanja mereka.
Rahman, pedagang beras di Pasar Semi Modern Cibadak, mengatakan harga beras mulai naik sejak Juli lalu akibat ketersediaan gabah yang menyusut dan belum masuk musim panen.
“Harga beras sebetulnya mahal karena gabah menipis. Pemerintah juga sudah atur harga eceran tertinggi beras medium Rp13.500, jadi otomatis pembelian di atas Rp12 ribu per kilo,” kata Rahman, Kamis (28/8/2025).
Menurutnya, harga per karung kini naik hingga Rp20 ribu. Kondisi ini membuat pasokan dari pemasok tidak seimbang dengan permintaan. “Harapan kami harga bisa kembali terjangkau di Rp12 ribu, biar masyarakat juga tidak keberatan,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Asep, pedagang beras lain. Ia menyebut daya beli masyarakat melemah karena harga terlalu tinggi. “Harga per karung sekarang Rp340 ribu. Banyak pembeli mengeluh, berharap pemerintah bisa turun tangan agar harga normal lagi, setidaknya Rp11.500,” ujarnya.
Kondisi ini dirasakan langsung pembeli. Abah Omon, warga yang ditemui di pasar, mengaku kini hanya mampu membeli dua liter beras. “Sebelum naik, saya biasa beli 10 liter. Sekarang cukup 2 liter saja karena kondisi ekonomi,” katanya.
Tidak hanya beras, harga ayam potong pun naik dari Rp34 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Amoy, ibu rumah tangga yang berbelanja di pasar, mengatakan kenaikan harga membuatnya terpaksa mengurangi jumlah pembelian. “Biasa beli 2 kilo, sekarang setengah kilo saja. Gaji DPR RI naik, tapi rakyat kecil makin terjepit,” keluhnya.
Reporter: Suhendi Soex, M Mawaldi











