Sabtu,23 Mei 2026
Pukul: 23:18 WIB

Jejak Padjadjaran di Sukabumi: Kisah Cinta dan Perjuangan Nyai Purnamasari, Putri Terakhir Sang Prabu

Jejak Padjadjaran di Sukabumi: Kisah Cinta dan Perjuangan Nyai Purnamasari, Putri Terakhir Sang Prabu

Sabtu, 4 Oktober 2025
/ Pukul: 23:03 WIB
Sabtu, 4 Oktober 2025
Pukul 23:03 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Kabupaten Sukabumi tak hanya menyimpan keindahan alam, tapi juga jejak sejarah yang erat dengan masa kejayaan Kerajaan Padjadjaran. Dalam sejumlah pantun kuno seperti Dadap Malang Sisi Cimandiri dan Ronggeng Tujuh Kalasirna, Sukabumi disebut sebagai tempat akhir perjalanan Putri Bungsu Prabu Suryakencana, yaitu Nyai Purnamasari, yang dikenal sebagai pewaris terakhir tahta Padjadjaran.

 

Dikisahkan, Nyai Purnamasari bersama suaminya Raden Kumbang Bagus Setra dan seorang abdi setia Rakean Kalang Sunda menempuh perjalanan panjang dari Pakuan Padjadjaran (Bogor) menuju selatan. Mereka melewati berbagai tempat yang kini menjadi wilayah Sukabumi seperti Gunung Salak, Kalapa Nunggal, Cidahu, hingga Simpenan.

Baca Juga  21 PNS Menerima Penghargaan Satyalencana Karya Satya, Bupati Marwan: Motivasi Pencapain Kinerja Terbaik

 

Dalam pelarian itu, banyak peristiwa terjadi — mulai dari diserang harimau di Cidahu, diselamatkan dari ular di Cioray, hingga pertempuran sengit dengan pasukan Jaya Antea, sosok yang diceritakan sebagai pengkhianat Padjadjaran. Beberapa lokasi perjalanan mereka bahkan masih dikenal hingga kini, seperti Leuweung Datar, Padanyenyang, Bukit Panenjoan Cibadak, Cibungur Warungkiara, hingga Pasir Cisireum Bantargadung.

 

Tragisnya, Raden Kumbang Bagus Setra gugur di Gunung Jayanti, Palabuhanratu, saat melindungi istrinya yang tengah mengandung. Nyai Purnamasari kemudian melahirkan anaknya di Kampung Cidadap, tepi Sungai Cimandiri, wilayah Kecamatan Simpenan. Dari sinilah kisah baru dimulai — sang anak, Nyi Mayang Sagara Pamulangan, kelak membangun kerajaan kecil yang menjadi cikal bakal Palabuhanratu.

Baca Juga  Mengenal Gibran Ramadhan Alvandra: Bocah Palabuhanratu, Atlet MTB Potensial dari Sukabumi

 

Hingga kini, berbagai petilasan yang disebut dalam pantun Padjadjaran masih menjadi bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. Seolah mengingatkan bahwa di balik alam Sukabumi yang elok, tersimpan kisah cinta, pengkhianatan, dan perjuangan dari masa keemasan Padjadjaran. (Demi Pratama Adiputra)

Related Posts

Add New Playlist

Contact Person:
+62856-9788-7574 (HP/WA)