SUKABUMISATU.COM, NAGRAK – Nasib nahas menimpa Syaripudin (42), seorang pekerja bangunan asal Desa Palasarihilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Ia mengalami kecelakaan kerja saat tengah menggarap proyek pelebaran bangunan di Kampung Sinagar, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, pada Jumat (22/5/2026) sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB tersebut sempat gegerkan warga setempat lantaran kedua kaki korban terjepit material dinding bangunan yang ambruk secara tiba-tiba.
Kronologi Kejadian: Tak Sempat Menghindar
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula ketika korban sedang fokus mengikat besi untuk pondasi bangunan. Tanpa diduga, struktur dinding yang berada tepat di atas posisi korban mendadak roboh.
Karena ruang gerak yang terbatas dan kejadian berlangsung sangat cepat, korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga reruntuhan material langsung menimpa bagian bawah tubuhnya.
”Kami mendapat laporan dari pemerintah desa kaitan dengan telah terjadinya orang yang terjepit reruntuhan bangunan, ketika dicek ke lokasi ternyata betul. Jadi posisinya saat itu sedang mengikat besi, di atasnya itu ada dinding, dindingnya itu ambruk, dia tidak sempat menghindar, kakinya terjepit,” ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Winda Tri Sutrisno.
Evakuasi Dramatis Menggunakan Dongkrak dan Bambu
Mendapat laporan kedaruratan tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat ke lokasi. Proses penyelamatan dilakukan secara sinergis oleh petugas P2BK, BPBD, Damkar, pihak kepolisian, TNI, unsur relawan, serta dibantu oleh masyarakat setempat.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis dan ekstra hati-hati demi mencegah reruntuhan susulan. Petugas menerapkan strategi khusus untuk mengeluarkan kaki korban:
Penyangga Darurat: Dinding yang menimpa korban ditahan terlebih dahulu menggunakan bambu dan dongkrak agar posisinya stabil.
Penggalian Manual: Petugas menggali timbunan material di sekitar kaki korban untuk menciptakan ruang atau rongga udara.
Penyelamatan: Setelah ruang dirasa cukup, tubuh korban perlahan ditarik dari jebakan reruntuhan.
”Kami gali dan alhamdulillah dapat tertarik,” tambah Winda.
Korban Dilarikan ke RSUD Sekarwangi
Setelah berjibaku selama hampir dua jam, perjuangan tim gabungan membuahkan hasil. Tepat pada pukul 18.45 WIB, Syaripudin berhasil dievakuasi dari jepitan beton dan material bangunan dalam kondisi selamat.
Guna mendapatkan perawatan medis intensif akibat luka yang dideritanya, korban langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju RSUD Sekarwangi Cibadak.
Reporter: Mawaldi
Editor: Demi Pratama Adiputra








