Kamis,30 April 2026
Pukul: 18:42 WIB

Di Demo Warga Soal Jalan Rusak, Kades Sukatani Surade Nyatakan Siap Mundur!

Di Demo Warga Soal Jalan Rusak, Kades Sukatani Surade Nyatakan Siap Mundur!

Kamis, 30 April 2026
/ Pukul: 17:27 WIB
Kamis, 30 April 2026
Pukul 17:27 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com – Gelombang amarah warga Desa Sukatani, Kecamatan Surade, akhirnya memaksa sang kepala desa berada di ujung tanduk. Dalam sebuah drama musyawarah yang berlangsung tensi tinggi, Kepala Desa Sukatani, Sulaeman, secara mengejutkan menyatakan kesiapannya untuk menanggalkan jabatan, Kamis (30/04/2026).

​Pernyataan “lempar handuk” ini muncul setelah ratusan warga mengepung kantor desa, menuntut janji manis perbaikan infrastruktur jalan yang hingga kini hanya menjadi fatamorgana.

Janji Perbaikan Jalan Jadi Pemicu

​Bukan tanpa alasan warga meradang. Kondisi jalan yang hancur lebur dianggap sebagai penghambat utama nadi ekonomi, pendidikan, hingga akses kesehatan masyarakat. Setelah berkali-kali aksi protes dilakukan namun tak kunjung membuahkan aspal, warga akhirnya menuntut ketegasan pucuk pimpinan desa.

Baca Juga  Anggaran Rp 11,6 Triliun, Kementerian PUPR Bangun Jalan Wisata Situs Megalodon di Surade Sukabumi

​”Saya siap mundur apabila saya tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan,” tegas Sulaeman saat membacakan pernyataan sikapnya di hadapan massa dan unsur Forkopincam Surade.

​Meski pernyataan tersebut disambut riuh, sebagian warga menilai itu hanyalah jurus “pendinginan” suasana. Namun bagi kelompok lainnya, ini adalah kemenangan moral atas perjuangan panjang mereka menuntut hak atas jalan yang layak.

Demonstrasi warga Desa Sukatani Surade. Kamis, (30/04/2026).

Camat: Ada Mekanisme Aturan

​Menanggapi tensi panas tersebut, Camat Surade, Unang Suryana, mencoba memberikan pandangan objektif. Ia mengingatkan bahwa pengunduran diri seorang kepala desa tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Baca Juga  Jalan Kabupaten Rasa Sungai Kering, Warga Cidahu 'Tampar' Pemerintah dengan Cor Jalan Swadaya

Proses Administratif: Pengunduran diri harus melalui mekanisme di Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Regulasi: Semua harus bersandar pada aturan perundang-undangan yang berlaku, bukan sekadar ucapan lisan saat aksi massa.

Puncak Gunung Es Perlawanan Warga

​Aksi hari ini merupakan puncak dari rentetan protes yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Warga menegaskan, mereka tidak butuh retorika atau janji-janji dalam kertas, melainkan bukti nyata berupa perbaikan jalan.

​Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Desa dan BPD. Apakah pernyataan siap mundur Sulaeman akan benar-benar terealisasi, atau hanya sekadar taktik meredam amarah warga? Masyarakat Sukatani dipastikan akan terus mengawal janji ini hingga mesin penggilas aspal benar-benar tiba di desa mereka.

Baca Juga  Kesal, Jalan Tak Kunjung di Perbaiki, Warga Perbaiki Sendiri Jalan Kabupaten Sukabumi Ini

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist