SUKABUMISATU.com – Kondisi infrastruktur di pelosok Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan. Jembatan Caringin yang menjadi akses vital penghubung antara Desa Caringin (Kecamatan Gegerbitung) dan Desa Bencoy (Kecamatan Cirenghas) dilaporkan rusak parah sejak tahun 2018 akibat guncangan gempa bumi.
Hingga kini, Kamis (30/4/2026), belum ada tanda-tanda perbaikan permanen dari pemerintah terkait. Jembatan sepanjang 80 meter yang melintasi Sungai Cimandiri tersebut kini hanya mengandalkan susunan papan kayu dan bambu seadanya.
Akses Vital yang Bertaruh Nyawa
Jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1980-an ini awalnya memiliki lintasan semen cor. Namun, terjangan bencana alam membuatnya rapuh. Bagi warga sekitar, melintasi jembatan ini ibarat bertaruh nyawa.
”Takutlah, kalau lewat jembatannya bergoyang. Pernah ada pengendara yang jatuh (kecelakaan) saat melintas. Saya tiap hari lewat sini karena ini jalan paling dekat,” keluh Jajang, warga Desa Bencoy kepada awak media.
Jajang menambahkan, jika cuaca buruk dan debit air Sungai Cimandiri meluap, jembatan darurat tersebut seringkali terputus total.
”Kalau putus, saya harus memutar lewat Cisepan. Jaraknya jauh, harus menempuh 6 kilometer. Padahal kalau lewat jembatan ini, tidak sampai 5 menit sudah sampai ke pusat belanja di Desa Bencoy,” tuturnya.
Camat Cirenghas: Akses Pendidikan dan Ekonomi Terhambat
Menanggapi keluhan warga, Camat Cirenghas, Lan Maulana Yusup, mengakui bahwa fungsi Jembatan Caringin sangatlah vital. Jembatan ini merupakan urat nadi bagi aktivitas ekonomi masyarakat serta akses utama bagi para pelajar di perbatasan kedua kecamatan.
”Fungsinya sangat vital, ini akses utama aktivitas masyarakat dan pelajar. Keperluan terdekat warga Desa Caringin (Gegerbitung) itu sebenarnya ada di wilayah Cirenghas,” ujar Lan Maulana.
Meski kerusakan masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Gegerbitung, dampak sosial dan ekonominya sangat dirasakan oleh warga di kedua belah pihak.
”Kami sudah pernah meninjau lokasi dan melakukan survey. Tentu kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganannya ke depan. Saat ini masih dalam proses pelaporan agar segera ada antisipasi yang tidak membahayakan warga,” tandasnya.
Menanti Janji Perbaikan
Hingga berita ini diturunkan, warga hanya bisa berharap adanya bantuan perbaikan permanen agar mobilitas mereka kembali normal tanpa harus dibayangi rasa takut terjatuh ke sungai.
Kehadiran pemerintah daerah sangat dinantikan untuk membenahi jembatan yang sudah hampir sewindu terbengkalai tersebut.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra







