SUKABUMISATU.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) STKIP Bina Mutiara Sukabumi Kampus II Surade Kelompok 02 Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, sukses melaksanakan program unggulan berupa seminar ekologi dengan tema “Pembuatan Pestisida Alami dari Daun Pepaya”.
Pengambilan tema seminar dilatarbelakangi oleh fakta bahwa mata pencaharian penduduk Desa Sidamulya adalah bertani. Mahasiswa KKM STKIP Buna Mutiara terinspirasi membuat seminar bertema ekologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan dikemas tidak hanya dalam bentuk pemaparan materi, tetapi juga praktik langsung pembuatan serta pengaplikasian pestisida alami yang ramah lingkungan. Mahasiswa menjelaskan bahwa daun pepaya memiliki kandungan papain, alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang efektif menghambat perkembangan hama, sekaligus aman bagi lingkungan pertanian. Daun pepaya dipilih karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar, murah, dan mengandung zat alkaloid yang mampu menghambat perkembangan hama pada tanaman.
“Kami ingin memberikan alternatif yang sederhana, murah, dan aman bagi masyarakat untuk mengendalikan hama. Daun pepaya bisa menjadi solusi agar petani tidak terlalu bergantung pada bahan kimia,” ujar Muhamad Daelani A Koordinator Kelompok 2 KKM STKIP Bina Mutiara Kampus II Surade dalam keterangan yang diterima redaksi sukabumisatu.com, Jumat (29/08/2025).
Peserta seminar juga diajak mencoba langsung proses pembuatan, mulai dari pengolahan bahan, larutan siap semprot, hingga penyemprotan pada tanaman. Antusiasme warga terlihat jelas, termasuk dari Kepala Desa Sidamulya beserta perangkat desa yang turut hadir dan berkomitmen untuk menerapkan hasil seminar ini di lahan pertanian masyarakat. Mereka menyambut baik inovasi ini sebagai langkah nyata menuju pertanian organik yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Desa Sidamulya, Henda, menyampaikan bahwa penggunaan obat-obatan alami tanpa bahan kimia sangat baik untuk dikembangkan di masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan anjuran pemerintah melalui kelompok tani dan penyuluh pertanian. Program ini sebenarnya sudah berjalan, namun masih perlu ditingkatkan kesadaran masyarakatnya. Beliau berharap ke depannya warga Sidamulya dapat lebih memanfaatkan obat-obatan alami, terutama dari daun-daunan.
Melalui program ini, mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara berharap masyarakat Desa Sidamulya dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui pertanian ramah lingkungan. Selain lebih ramah lingkungan, penggunaan pestisida alami juga membantu menjaga kualitas tanah dan air tetap bersih dari residu bahan kimia. Mahasiswa KKM STKIP Bina Mutiara berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diaplikasikan dalam kegiatan pertanian sehari-hari.










