SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Aktivitas pembangunan Tol Bocimi Seksi III di wilayah Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai memicu keresahan. Dalam sepekan terakhir, warga mengeluhkan polusi debu pekat dan kondisi jalan licin akibat lalu lalang truk pengangkut tanah proyek tersebut, Selasa (14/4/2026).
Kondisi ini memaksa petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) turun tangan guna melakukan penyemprotan jalan demi meminimalisir risiko kecelakaan.
Debu Masuk ke Rumah dan Warung
Polusi debu dilaporkan kian parah hingga menyelimuti pemukiman dan tempat usaha warga. Udin (52), warga Kampung Babakan RT 01/05, mengaku kewalahan karena debu dari aktivitas kendaraan proyek kini sudah mengendap di dalam rumahnya.
”Debu masuk sampai ke dalam rumah, warung juga kena. Tanah sampai mengendap, ini sudah hampir satu minggu terasa sangat parah,” ungkap Udin kepada sukabumisatu.com.
Hal senada diungkapkan Syamsul Rahman (44), warga RT 03/07 yang memiliki warung di pinggir jalan. Ia mengkhawatirkan dampak kesehatan bagi keluarga dan pelanggan, serta penurunan pendapatan akibat warung yang terus-menerus kotor.
”Debu dari proyek exit tol ini sudah sekitar seminggu. Saya punya warung di pinggir jalan, jelas sangat terdampak. Takut juga untuk kesehatan,” keluh Syamsul.
Jalan Licin, Damkar Lakukan Penyemprotan
Tak hanya debu saat cuaca panas, warga juga dihantui jalanan licin akibat ceceran lumpur di Jalan Alternatif Nagrak. Menanggapi laporan warga pada pukul 14.55 WIB, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi melalui Pos V Cibadak langsung bergerak ke lokasi.
Petugas tiba sekitar pukul 15.15 WIB dan segera melakukan penyemprotan air untuk membersihkan sisa lumpur yang menempel di aspal. Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan.
Danpos V Cibadak, Iyep Yosepa, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas.
”Kami menerima laporan terkait kondisi jalan licin akibat lumpur dari aktivitas truk proyek. Kondisi ini cukup membahayakan, sehingga kami langsung lakukan penyemprotan,” tegas Iyep.
Tuntutan Warga: Mitigasi Harus Nyata
Warga mendesak pihak pengelola proyek strategis nasional ini untuk tidak mengabaikan kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar. Beberapa poin tuntutan warga antara lain:
Pembersihan roda truk sebelum keluar dari area proyek menuju jalan raya.
Penyemprotan air secara rutin di jalur yang dilalui truk untuk menekan debu.
Penyediaan tim khusus pembersih jalan di titik-titik rawan.
”Jangan sampai masyarakat dirugikan, terutama pelaku UMKM di pinggir jalan. Kami berharap ada perhatian serius dan tindakan cepat dari pihak proyek,” pungkas salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, penanganan di lokasi dilaporkan selesai dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, warga tetap meminta komitmen jangka panjang dari pengelola proyek agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Reporter: Mawaldi
Editor: Demi Pratama Adiputra











