SUKABUMISATU.com, Cibadak – Upaya mengurai kemacetan selama arus mudik terus digencarkan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi bersama Satlantas Polres Sukabumi melakukan penertiban terhadap kendaraan angkutan barang sumbu 3 yang masih nekat melintas di kawasan Cibadak, Jumat malam (27/03/2026).
Langkah tegas ini diambil guna memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi dan roda dua di tengah meningkatnya volume kendaraan.
Penegakan SKB Tiga Menteri
Kanit Rajawali Lantas Polres Sukabumi, Iptu Muhammad Fajar, menegaskan bahwa penertiban ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri mengenai pembatasan operasional angkutan barang selama masa mudik.
”Kami menertibkan kendaraan sumbu 3 atau kendaraan besar karena masih ada yang tidak tertib terhadap peraturan, khususnya SKB Tiga Menteri tentang larangan operasional sumbu 3,” ujar Iptu Fajar kepada sukabumisatu.com di sela-sela kegiatan penyekatan.
Ia menjelaskan bahwa larangan tersebut sudah berlaku sejak 13 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026. Kendaraan besar baru diperbolehkan kembali beroperasi secara normal pada hari Senin mendatang.
”Arus lalu lintas saat ini masih padat karena suasana mudik. Kami menemukan alasan para pengemudi nekat melintas karena perintah dari perusahaan mereka, padahal kami sudah melakukan sosialisasi, imbauan, hingga pemberian surat pemberitahuan terkait larangan ini,” tegasnya.
Dishub Prioritaskan Arus Mudik
Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Sukabumi, Heru, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi titik-titik kemacetan di wilayah Cibadak.
”Kami hentikan sementara (truk sumbu 3) supaya pengguna jalan lain tidak merasa terhambat. Kami mengimbau para pengemudi untuk memahami aturan ini demi kepentingan bersama, kita utamakan dulu arus mudik yang menggunakan kendaraan lebih kecil,” tutur Heru.
Keluhan Sopir Truk di Lapangan
Meski petugas telah bersikap tegas, beberapa sopir truk mengaku berada dalam posisi sulit. Mereka mengklaim terpaksa melintas untuk mengejar target pengiriman sebelum libur panjang lebaran dimulai.
”Ya mau bagaimana lagi, Pak. Dari perusahaan disuruh berangkat karena kejar target. Tapi kalau sudah ditahan petugas begini, ya kami terpaksa parkir dulu meskipun rugi waktu dan biaya operasional,” keluh salah satu sopir truk sumbu 3.
Kegiatan penyekatan ini akan terus dilakukan secara situasional untuk memastikan jalur utama Sukabumi-Bogor tetap mengalir, terutama di titik-titik rawan seperti pasar dan persimpangan Cibadak.
Redaktur: Demi Pratama Adiputra
Reporter: Suhendi Soex












