SUKABUMISATU.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, membawa duka bagi Ibu Hati (65). Rumah warga Kampung Panenjoan RT 02/07, Desa Tenjojaya ini mengalami kerusakan serius setelah dinding bangunannya ambruk akibat tak kuat menahan tingginya intensitas air hujan.
Respon Cepat Lintas Instansi
Merespons musibah tersebut, tim Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (SDM PKH) bersama Kasi Kesejahteraan Sosial Desa Tenjojaya bergerak cepat meninjau lokasi. Tak sekadar meninjau, mereka juga menyalurkan bantuan logistik darurat yang bersumber dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi dan Kementerian Sosial RI.
Bantuan berupa kebutuhan rumah tangga tersebut diserahkan langsung kepada Ibu Hati dengan disaksikan oleh aparatur desa dan warga setempat. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban korban dalam memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
Pendamping PKH di lokasi menekankan bahwa lansia merupakan kelompok prioritas dalam penanganan bencana hidrometeorologi.
”Pendampingan ini adalah wujud nyata perlindungan sosial. Kami ingin memastikan warga lansia tetap merasa aman dan mendapatkan haknya, terutama saat menghadapi musibah seperti ini,” ujar Asep Purnawan SDM PKH Kec. Cibadak pada sukabumisatu.com Selasa, (13/01/2026).
Di sisi lain, Pemerintah Desa Tenjojaya menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi rumah warga yang terdampak. Pihak desa kini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengupayakan bantuan lanjutan, khususnya untuk proses renovasi atau pemulihan bangunan yang rusak.

Waspada Bencana Hidrometeorologi
Peristiwa yang menimpa Ibu Hati menjadi pengingat bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi akan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di tengah musim penghujan. Pemerintah desa mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bangunan tua atau rentan, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan guna menghindari adanya korban jiwa.
Reporter: Suhendi Soex









