Minggu,10 Mei 2026
Pukul: 01:07 WIB

Pesawat Modifikasi Cuaca di Terbangkan, Mengurangi Dampak Cuaca Buruk

Pesawat Modifikasi Cuaca di Terbangkan, Mengurangi Dampak Cuaca Buruk

Rabu, 11 Desember 2024
/ Pukul: 12:15 WIB
Rabu, 11 Desember 2024
Pukul 12:15 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

JAKARTA -Sebanyak dua pesawat mulai diterbangkan untuk melaksanakan operasi modifikasi cuaca guna mengendalikan intensitas hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di selatan Jawa Barat termasuk Sukabumi.

Operasi modifikasi cuaca yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tersebut dimulai pada Rabu, (11/12/2024).

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Lukmansyah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan kondisi cuaca yang labil dengan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah selatan Jawa Barat diharapkan dapat dikendalikan setelah dilakukan modifikasi cuaca ini.

Baca Juga  Sungai Cisolok dan Kisah yang Tak Pernah Usai: Banjir 2025 Jadi Pengingat Luka Lama

BNPB menilai pengendalian cuaca penting sehingga penanganan darurat dampak bencana di kawasan tersebut, salah satunya wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitanya bisa berjalan secara lebih optimal dan efisien.

Sebanyak 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, tanah longsor, pergerakan tanah, cuaca ekstrem yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut 3-4 Desember 2024.
Bencana tersebut menimbulkan dampak signifikan berdasarkan data BNPB kondisi terkini ada penambahan jumlah warga terdampak yang sebelumnya 10.160 warga menjadi 10.237, dan 2.988 orang warga mengungsi. Kemudian sebanyak 10 orang meninggal dunia, dan dua orang warga dinyatakan hilang setelah 7×24 jam dilakukan pencarian.

Baca Juga  Cuaca Ekstrem Terjang Sukabumi, Sawah Terendam dan Ruko Ambruk di Beberapa Kecamatan

Sementara itu Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam kesempatan terpisah menambahkan bahwa setiap armada pesawat dalam operasi tersebut akan menaburkan zat natrium klorida (NaCl) ke awan potensial di wilayah selatan Jawa Barat.

Gumpalan awan penghujan yang ada di langit selatan Jawa Barat seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran hingga ke Banten bagian selatan akan dipecah dan diarahkan ke laut sehingga hujan di kawasan tersebut dapat dikurangi intensitasnya.

Berdasarkan analisa BMKG kawasan tersebut masih berpotensi besar untuk diguyur hujan berintensitas deras disertai dengan badai berupa angin kencang mencapai 33 kilometer per jam (18 knot) pada lapisan permukaan karena dipengaruhi beberapa fenomena atmosfer.

Baca Juga  Bupati Sukabumi Meminta CSR Pada Perusahaan Tambang Yang Diduga Penyebab Banjir

Related Posts

Add New Playlist