SUKABUMISATU.com – Ketenangan warga Kampung Anggayuda, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak terusik pada Kamis dini hari (26/02/2026). Sekelompok remaja yang terlibat aksi “perang sarung” namun dibekali senjata tajam (sajam) berhasil diamankan warga saat waktu menunjukkan pukul 01.00 WIB, sesaat sebelum waktu sahur tiba.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, aksi ini bukan sekadar kenakalan spontan, melainkan sebuah duel yang telah direncanakan secara matang melalui platform media sosial dan pesan instan.
Kronologi Pengejaran di Jembatan Gantung
Aksi heroik dilakukan warga Anggayuda yang merasa resah dengan kehadiran puluhan remaja tak dikenal yang berkumpul di wilayah mereka. Melihat gelagat mencurigakan dan adanya senjata tajam yang dibawa, warga pun melakukan pengejaran secara berkelompok.
”Kami kejar mereka sampai ke arah Jembatan Gantung. Jumlahnya banyak sekali, tak terhitung. Akhirnya, tiga orang berhasil kami amankan di sana,” ujar Maman Hidayat, salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Setelah dilakukan interogasi singkat oleh warga, terungkap fakta bahwa para remaja ini bukanlah warga setempat. Ketiganya diketahui berasal dari Cibuluh, Desa Palasari, Kecamatan Parungkuda. Mereka datang ke wilayah Cibadak untuk melayani tantangan duel dari kelompok remaja asal Kecamatan Nagrak.
Modus Operandi: Janjian Via Handphone
Penyisiran lebih lanjut mengungkap bahwa fenomena “perang sarung” ini telah bergeser menjadi aksi kriminal. Meski istilahnya adalah perang sarung (samping), para pelaku kerap memodifikasi sarung dengan menyisipkan benda tajam atau bahkan membawa sajam asli untuk melukai lawan.
”Saat kami tanya, ternyata mereka sudah janjian melalui HP. Jadi Anggayuda ini dijadikan titik temu atau arena tempur mereka,” tambah Maman.
Selain mengamankan tiga orang remaja, warga juga menyita tiga unit kendaraan roda dua yang digunakan para pelaku. Ketiga remaja beserta barang bukti tersebut kini telah diserahkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Cibadak, Polres Sukabumi, guna penyelidikan lebih lanjut terkait kepemilikan senjata tajam.
Warga Desak Patroli Intensif
Wilayah Anggayuda kini menjadi sorotan. Warga melaporkan bahwa kawasan ini bukan pertama kalinya menjadi titik rawan gangguan kamtibmas. Selain tawuran, aksi balap liar pun kerap menghiasi malam-malam di wilayah tersebut, terutama selama bulan Ramadan.
”Harapan kami kepada aparat kepolisian, tolong lakukan patroli lebih rutin lagi ke wilayah Anggayuda. Tempat ini sering dipakai balapan liar dan aksi tawuran yang jelas-jelas sangat membahayakan nyawa,” tegas Maman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Cibadak masih melakukan pendalaman untuk memburu kelompok lawan yang sempat melarikan diri saat pengejaran warga.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra











