Jumat,8 Mei 2026
Pukul: 09:55 WIB

Geger! Karyawan Minimarket di Kalibunder Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Terlilit Masalah Ekonomi

Geger! Karyawan Minimarket di Kalibunder Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Terlilit Masalah Ekonomi

Jumat, 8 Mei 2026
/ Pukul: 09:54 WIB
Jumat, 8 Mei 2026
Pukul 09:54 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.com, KALIBUNDER – Warga Kampung Panyaguan, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pemuda di dalam sebuah minimarket, Jumat (08/05/2026) pagi.

​Korban yang diketahui berinisial A (24), warga Bojongsari Jampangkulon, ia merupakan seorang karyawan di toko modern tersebut. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya sekitar pukul 05.30 WIB dalam posisi tergantung di bagian rolling door toko.

Kapolsek Kalibunder, AKP Dodi Irawan, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan dari saksi mata.

Baca Juga  Gegara Api Tungku Masak, Rumah di Kalibunder Sukabumi Hangus Terbakar

​”Kami menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 05.30 WIB. Anggota langsung menuju TKP bersama tim medis dari Puskesmas Kalibunder untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan luar,” ujar Dodi dalam keterangan tertulisnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi, IM, yang juga rekan kerja korban, korban diketahui mulai bekerja pada Kamis (07/05) siang. Keduanya sempat beristirahat di dalam toko dan masih berkomunikasi sekitar pukul 22.30 WIB sebelum saksi tertidur.

​Namun, saat saksi terbangun pada pagi hari, ia mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi leher terlilit tali rapia yang terikat ke bagian atas gerbang rolling door.

Baca Juga  Longsor Terjang Kalibunder dan Sagaranten Sukabumi, Satu Rumah Terancam Akses Jalan Terganggu 

Motif Diduga Masalah Pribadi

Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Luka yang ditemukan hanya berupa lecet di bagian leher akibat lilitan tali serta lebam mayat yang sesuai dengan ciri-ciri kekurangan oksigen.

​Terkait motif, polisi menduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena beban pikiran yang berat.

​”Dugaan sementara, motif korban melakukan tindakan tersebut berkaitan dengan persoalan ekonomi dan tekanan mental menjelang rencana pernikahannya,” tambah Kapolsek.

Keluarga Tolak Autopsi

Pihak keluarga korban yang berasal dari Kecamatan Jampangkulon menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi maupun visum et repertum. Mereka telah menandatangani surat pernyataan penolakan dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Baca Juga  Jalan Maut Balekambang: Belasan Tahun Terabaikan, Warga Tagih Janji Pemerintah Daripada Makan Siang Gratis

​Sejumlah barang bukti berupa gulungan tali rapia, ponsel, serta pakaian korban telah diamankan pihak kepolisian. Saat ini, jenazah telah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan oleh pihak keluarga.

Reporter: Maulana Yusuf

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist