SUKABUMISATU.com – Setelah bertahun-tahun menjadi sumber keluhan masyarakat, akhirnya jalan nasional Cidahu–Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kembali diperbaiki. Bagi warga, ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi tanda nyata bahwa suara mereka akhirnya didengar.
Jalan sepanjang poros Cidahu hingga Cicurug itu merupakan nadi utama mobilitas warga. Setiap hari, ribuan kendaraan, mulai dari angkot, ojek, hingga truk pabrik, melintas di sana. Namun, jalan yang rusak dan sering tergenang air ketika hujan membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati.
“Kalau hujan turun, airnya meluap sampai ke badan jalan. Kadang mobil saya susah lewat, macet panjang sampai sejam lebih,” keluh Agus (27), sopir angkot yang saban hari melintasi jalur tersebut.
Bukan hanya pengendara, warga di sekitar lokasi pun turut merasakan dampaknya.
“Saya sering lihat pengendara jatuh kalau malam, karena jalannya licin dan berlubang,” tutur Yusuf (40), warga yang tinggal tak jauh dari Perumahan Bukit Cidahu Asri. “Sekarang sudah mulai diperbaiki, semoga cepat beres dan gak cuma tambal sulam,” harapnya.
Menurut salah seorang pekerja di lapangan, saat ini perbaikan masih dilakukan tahap awal dengan penambalan batu, sebelum nantinya dilakukan pengecoran pada Kamis mendatang.
“Kami kerja sejak beberapa hari lalu, sementara diratakan dulu supaya kendaraan bisa lewat,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Sekretaris Desa Pondokaso Tengah, Dadan, mengonfirmasi bahwa titik perbaikan memang termasuk dalam wilayah dua desa, yakni Pondokaso Tengah dan Pondokaso Tonggoh.
“Ini hasil dari usulan musrenbang yang sudah lama kami dorong. Jalan itu jadi jalur vital bagi warga dua desa dan kawasan industri sekitar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa berharap proyek ini tak berhenti di satu titik saja. “Kami ingin tahun depan seluruh ruas jalan Cidahu bisa tuntas. Karena kalau infrastruktur bagus, ekonomi warga juga ikut bergerak,” kata Dadan.
Kini, meski harus bersabar menghadapi kemacetan selama proses pengerjaan, warga memilih melihatnya dari sisi positif. Bagi mereka, kemacetan sementara lebih baik daripada kerusakan permanen. Setidaknya, setelah lama menunggu, perbaikan nyata sudah dimulai.
Reporter: CR
Editor: Demi Pratama Adiputra









