Senin,20 April 2026
Pukul: 10:52 WIB

Jembatan Miramontana Ambruk Total Diterjang Luapan Cikurutug, Akses Warga Nangerang Jampangtengah Terputus!

Jembatan Miramontana Ambruk Total Diterjang Luapan Cikurutug, Akses Warga Nangerang Jampangtengah Terputus!

Senin, 20 April 2026
/ Pukul: 10:42 WIB
Senin, 20 April 2026
Pukul 10:42 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM, JAMPANGTENGAH – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi kembali memicu bencana. Kali ini, Jembatan Linggamanik yang terletak di ruas jalan kabupaten Bojongjengkol-Miramontana, Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, dilaporkan ambruk total, Minggu malam (19/04/2026).

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ini mengakibatkan mobilitas warga dan pelajar dari Kampung Linggamanik menuju Kampung Tipar maupun wilayah Miramontana lumpuh total.

​Udin (56), salah seorang warga setempat yang berada tak jauh dari lokasi saat kejadian, menuturkan bahwa ambruknya jembatan diawali dengan suara gemuruh yang keras di tengah guyuran hujan lebat.

Baca Juga  Tak Mendapat Perhatian, Atap Kantor SDN 1 Bojongjengkol Akhirnya Ambruk

​”Waktu itu hujan memang besar sekali, aliran Sungai Cikurutug meluap sampai ke atas. Tiba-tiba terdengar suara brak keras sekali. Pas dicek, ternyata jembatan sudah hilang terbawa arus,” ujar Udin kepada sukabumisatu.com, Senin (20/04/2026).

​Menurut Udin, kondisi jembatan sepanjang kurang lebih 20 meter tersebut memang sudah mengkhawatirkan sejak awal tahun 2024. Retakan besar sudah terlihat di beberapa sisi, bahkan tanda bahaya pun sudah dipasang sebelumnya.

​”Sudah lama sebetulnya retak-retak, cuma ya dipaksa lewat terus karena ini akses utama. Sekarang mah sudah benar-benar tidak bisa lewat, motor pun tidak bisa,” tambahnya.

Baca Juga  4 Kilometer dari Lokasi Hilang, Korban Tenggelam di Sungai Cimandiri Ditemukan Meninggal Dunia

​Ambruknya jembatan ini pun memicu sorotan terkait kualitas konstruksi bangunan. Sandi (45), warga lainnya yang ikut memantau kondisi di lokasi, menduga ada ketidaksesuaian spesifikasi pada struktur pondasi dan tulangan jembatan yang ambruk tersebut.

​”Kalau kita lihat di sisa pondasinya, besi tulangannya tampak kecil dan campuran semennya seperti kurang kokoh. Makanya pas dihantam luapan air sedikit saja langsung habis tergerus. Kami sebagai warga sangat kecewa, karena ini akses vital buat ekonomi dan anak sekolah,” tegas Sandi.

​Hingga berita ini diturunkan, wilayah Desa Nangerang dilaporkan masih dalam kondisi waspada. Selain jembatan ambruk, cuaca ekstrem juga memicu serangkaian titik longsor dan pergerakan tanah di beberapa lokasi lainnya di Jampangtengah.

Baca Juga  Dari Terminal Kusam Menjadi Ruang Publik Modern, Warga Jampangtengah Sambut Alun-Alun Baru dengan Antusias

​Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, segera mengambil langkah darurat untuk membangun jembatan darurat agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak terisolasi terlalu lama.

Reporter: Najli Fikri

Redaktur: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist