Nyawa di Ujung Bambu: Jembatan Tua di Cibadak Miring dan Nyaris Ambruk, Warga Bertaruh Nyawa Tiap Hari

Jembatan penyebrangan kampung Sekarwangi dan Kelurahan Cibadak.

SUKABUMISATU.COM, CIBADAK – Kondisi infrastruktur di wilayah Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan. Sebuah jembatan tua yang menjadi urat nadi penghubung antarkampung di Kecamatan Cibadak kini kondisinya sangat memprihatinkan. Tanpa perbaikan permanen, jembatan ini hanya ditopang dua batang bambu darurat agar tidak ambruk ke Sungai Cimahi.

​Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang menguji nyali. Struktur besi jembatan sepanjang 30 meter tersebut sudah tidak lagi simetris alias melintir. Sling baja yang seharusnya kokoh tampak kendur, sementara lantai jembatan yang terbuat dari kayu dan bambu sudah banyak yang bolong.

Berikut adalah fakta-fakta miris di lokasi:

Baca Juga  Mangsa Kucing Peliharaan, Petugas Tangkap Ular Piton 3 Meter di Cibadak Sukabumi

​Penyangga Darurat: Dua batang bambu ditancapkan vertikal ke dasar sungai hanya untuk menjaga agar kerangka besi jembatan tidak langsung jatuh terpelintir.

Akses Tunggal: Jembatan ini merupakan jalur utama bagi anak sekolah, karyawan pabrik, hingga petani.

Risiko Tinggi: Setiap kali dilintasi, jembatan bergoyang hebat, memaksa warga berpegangan erat pada sling baja yang sudah berkarat dan licin.

​Salah seorang warga yang kerap melintas, Mimit, mengungkapkan kegelisahannya. Pria yang sehari-hari berdagang ini menyebut bahwa jembatan tersebut adalah akses satu-satunya untuk memotong jalan.

​”Nggak ada lagi jalannya, cuma ke sini-sininya doang. Jadi memang tempat pemakaman di sana semua, lewat jembatan juga. Saya setiap hari usaha lewat sini. Anak sekolah, petani, pedagang, karyawan, semuanya lewat sini,” keluh Mimit kepada awak media, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga  Mangsa Ternak Ayam, Ular Piton Sepanjang 2 Meter Ditangkap di Cibadak Sukabumi

​Mimit menambahkan, kondisi jembatan yang sudah lapuk dimakan usia ini sangat membahayakan, terutama saat arus Sungai Cimahi sedang deras. Warga terpaksa melakukan “manuver” berbahaya setiap kali menyeberang agar tidak tergelincir ke bawah.

​Hingga berita ini diturunkan, jembatan tersebut masih terus digunakan warga meski bayang-bayang maut mengintai. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui dinas terkait segera turun tangan sebelum jembatan benar-benar putus dan memakan korban jiwa.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *