SUKABUMISATU.com – Suasana khidmat seketika berubah menjadi haru biru di sebuah kediaman di Kampung Leuweung Datar, RT 02/05, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (24/06/2026). Di hari yang mulia—10 Muharam yang karib dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim—H. Aep memilih merajut duka kehilangan menjadi sebuah jembatan berkah dan kebahagiaan bagi sesama.
Bukan sekadar seremonial, kegiatan santunan puluhan anak yatim ini digelar bersamaan dengan peringatan Haol (haul) Almarhumah tercinta. Sebuah perpaduan indah antara bakti spiritual kepada yang telah tiada dan kepedulian nyata kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan.
Air Mata Berganti Senyum Hangat
Duduk bersila di ruang tengah yang hangat, puluhan anak yatim dari tiga wilayah RW di Desa Sukasirna tampak tak bisa menyembunyikan binar bahagia di mata mereka. Saat jemari kecil mereka menyambut santunan, doa-doa tulus mengalir dari bibir-bibir polos tersebut, mengangkasa memohon ampunan dan tempat terbaik di sisi-Nya untuk almarhumah yang diperingati hari itu.
Bagi H. Aep, momen ini adalah pengingat spiritual yang mendalam. Ia meyakini bahwa harta yang dititipkan Tuhan kepadanya bukanlah milik mutlak, melainkan sebuah amanah yang harus ditunaikan.
”Alhamdulillah, Allah SWT masih memberikan rezeki kepada kami sehingga bisa berbagi. Berbagi itu tidak akan pernah membuat kita rugi. Justru dengan berbagi, kita berharap mendapat keberkahan dan ridha dari Allah SWT,” ujar H. Aep dengan nada suara yang bergetar penuh syukur.
Komitmen Merawat Kepedulian yang Lebih Luas
Ketulusan H. Aep tidak berhenti sampai di sini. Menatap masa depan, ia memiliki visi kemanusiaan yang lebih besar. Lelaki yang dikenal dermawan oleh warga sekitar ini bertekad untuk memperluas jangkauan kebaikannya pada bulan Muharam berikutnya.
Saran Sasaran Baru: Tidak hanya anak yatim, ke depan santunan akan menyasar para lanjut usia (jompo) yang membutuhkan.
Harapan Besar: Menjadi pemantik bagi warga lain yang berkecukupan untuk ikut bergerak.
”Insya Allah ke depan bukan hanya anak yatim, kami juga akan memberikan santunan kepada para jompo setiap bulan Muharam. Mudah-mudahan kegiatan kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi yang lain untuk ikut berbagi,” tambahnya berharap kebaikan ini bisa menular.
Menjadi Ladang Pahala dan Inspirasi Warga
Aksi nyata yang menyentuh hati ini mendapat apresiasi mendalam dari tokoh masyarakat dan warga yang hadir. Bagi mereka, apa yang dilakukan H. Aep bukan sekadar bantuan materiil, melainkan sebuah oase batin yang mempererat tali silaturahmi sekaligus merawat rasa empati di tengah masyarakat.
Di akhir acara, lantunan selawat dan doa bersama menutup hari yang penuh berkah tersebut. Melalui momentum 10 Muharam ini, terselip doa dan harapan besar: semoga setiap rupiah yang dibagikan dan setiap senyum anak yatim yang terukir, menjadi aliran pahala yang tiada terputus bagi almarhumah di alam barzakh, serta menjadi ladang berkah bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.












