SUKABUMISATU.com – Bicara soal wisata di kawasan Pajampangan, nama Pantai Tenda Biru di Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, seolah tak pernah habis untuk dikupas. Bukan sekadar hamparan pasir putih yang menawan, pantai yang terletak di ujung semenanjung ini menyimpan rekam jejak sejarah dan status konservasi yang sangat vital.
Pantai Tenda Biru dikenal dengan lokasinya yang tersembunyi. Untuk mencapainya, pengunjung harus menyisir kawasan hutan yang masih sangat asri. Namun, tahukah Anda dari mana asal-usul nama “Tenda Biru” yang ikonik itu?
Dihimpun dari berbagai sumber dan cerita warga lokal, nama tersebut muncul bukan tanpa alasan. Konon, dahulu kawasan ini menjadi magnet bagi para pencari benda pusaka atau “harta karun”. Mereka mendirikan tenda-tenda darurat berbahan terpal biru di sepanjang pesisir untuk bermalam. Versi lain menyebutkan, di lokasi tersebut pernah berdiri bangunan sederhana beratap biru yang digunakan sebagai tempat pengobatan spiritual.
Saksi Bisu Kolonial di Gentengbaai
Tak jauh dari pantai, berdiri kokoh Mercusuar Ujung Genteng setinggi 40 meter. Meski menara yang ada saat ini dibangun pada tahun 2007, kawasan ini sejatinya sudah menjadi titik pantau strategis sejak zaman Belanda.
Di sekitarnya, masih terdapat sisa-sisa bangunan beton yang dikenal warga sebagai Bagal Batre. Puing-puing ini merupakan peninggalan dermaga tua di masa kolonial, saat wilayah tersebut masih disebut sebagai Gentengbaai atau Teluk Genteng. Tak jauh dari sana, keberadaan Gedong Papak juga menjadi bukti kuat bahwa Pajampangan merupakan pusat aktivitas penting di masa lalu.
Benteng Konservasi dan Kawasan Militer
Selain nilai sejarah, Pantai Tenda Biru memiliki status yang sangat penting secara ekologis. Wilayah ini merupakan perpaduan antara kawasan Hutan Lindung yang dikelola Perum Perhutani KPH Sukabumi dan berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Cikepuh serta Cagar Alam Cibanteng.
Statusnya sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu mempertegas bahwa Tenda Biru adalah aset dunia yang wajib dijaga kelestariannya. Hal ini pula yang membuat suasana di sana tetap “perawan” dan minim sentuhan komersial.
Aksesnya yang berdekatan dengan kawasan radar TNI AU juga menjadikan wilayah ini sebagai titik pertahanan kedaulatan laut di selatan Jawa. Maka tak heran, jika Anda berkunjung ke sana, suasana sunyi dan hutan lebat akan menyambut, memberikan pengalaman wisata yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Bagi Anda yang ingin mencicipi sensasi petualangan di “Jojongor” Ujung Genteng ini, pastikan untuk tetap menjaga kebersihan dan menghormati aturan konservasi yang berlaku di sana.
Reporter: Maulana Yusuf
Editor: Demi Pratama Adiputra







