Sabtu,18 April 2026
Pukul: 18:36 WIB

Jejak Penjelajah Eropa Franz Wilhelm Junghuhn di Tanah Jampang, Plateau Van Djampang Part 1

Jejak Penjelajah Eropa Franz Wilhelm Junghuhn di Tanah Jampang, Plateau Van Djampang Part 1

Senin, 5 Januari 2026
/ Pukul: 08:46 WIB
Senin, 5 Januari 2026
Pukul 08:46 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SUKABUMISATU.COM – Jauh sebelum Sukabumi dikenal sebagai destinasi wisata atau sentra perkebunan, seorang naturalis dan geolog asal Jerman, Franz Wilhelm Junghuhn, telah menjejakkan kakinya di tanah ini. Bukan sekadar melintas, Junghuhn datang membawa misi besar: memetakan seluruh Pulau Jawa secara sistematis. Dari ujung barat hingga timur Jawa, ia mencatat setiap detail struktur tanah, vegetasi, dan iklim.

​Namun, ada satu wilayah di Sukabumi yang secara khusus menarik perhatiannya: Jampang, atau yang ia juluki sendiri dengan sebutan “Plateau van Djampang” (Dataran Tinggi Jampang). Bagi Junghuhn, wilayah ini menyimpan misteri geologi yang fundamental, berbeda dari bagian lain Jawa.

Baca Juga  Cegah Kecelakaan, Paguyuban Guide Ciletuh Pasang Pembatas Jalan

Junghuhn adalah salah satu orang pertama yang mendeskripsikan struktur unik di selatan Sukabumi. Ia mencatat keberadaan batuan vulkanik tua dan lapisan sedimen yang sangat berbeda dengan formasi pegunungan berapi di tengah Jawa.

Formasi Jampang yang Melegenda

​Dalam catatan modern geologi, wilayah ini kemudian dikenal dengan nama “Formasi Jampang” (Jampang Formation), yang tersusun dari breksi, tufa, dan lava purba. Junghuhn terkesima pada bagaimana dataran tinggi ini seolah “jatuh” ke arah Samudra Hindia, menciptakan pemandangan tebing-tebing curam yang dramatis.

​Penelitiannya menunjukkan bahwa wilayah Jampang memiliki karakter batuan yang jauh lebih tua, terbentuk dari aktivitas vulkanik purba yang kemudian terangkat dan tererosi. Hasilnya? Sebuah bentang alam “meja” (plateau) yang luas, namun terukir dalam oleh lembah-lembah sungai.

Baca Juga  Simak! Begini Kronologi Remaja Tewas Jatuh ke Jurang di Panenjoan Geopark Ciletuh

​Kutipan dari bukunya, “Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige structuur” (1854), memberikan gambaran betapa Junghuhn terpesona: “Saat aku berdiri di tepian dataran tinggi Jampang, memandang ke arah Samudra Hindia yang membiru, aku melihat sejarah bumi yang tertulis pada lapisan-lapisan batuan purba. Di sini, bumi pernah bergolak, mengangkat daratan dari dasar laut, meninggalkan jejak-jejak fosil dan dinding-dinding breksi yang kokoh.”

​Penelitian Junghuhn di Jampang inilah yang menjadi fondasi bagi pemetaan geologi modern di Indonesia. Ia adalah ilmuwan pertama yang menyadari bahwa sisi selatan Jawa menyimpan sejarah geologi yang jauh lebih purba dibandingkan gunung-gunung api aktif yang berjajar di tengah pulau.

Baca Juga  Peresmian Kantor Kecamatan Ciemas Jadi Momentum Penataan Infrastruktur Wilayah

​Nantikan bagian selanjutnya, kita akan menyelami temuan Junghuhn di bidang botani dan iklim di wilayah Jampang dan Sukabumi!

Penulis: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist