SUKABUMISATU.com – Pernahkah Anda mendengar tentang rhodium? Namanya mungkin tidak sepopuler emas atau perak, tapi jangan salah, logam satu ini justru menyandang gelar sebagai salah satu logam paling mahal dan langka di dunia.
Nama rhodium berasal dari bahasa Yunani rhodon yang berarti mawar. Julukan itu muncul karena larutan garam rhodium memiliki warna kemerahan layaknya bunga mawar. Logam ini pertama kali ditemukan tahun 1803 oleh William Hyde Wollaston, seorang ahli kimia asal Inggris yang juga menemukan palladium.
Tahan Panas dan Super Kuat
Rhodium bukan logam biasa. Ia mampu menahan suhu hingga 600 derajat Celsius di udara maupun air, serta punya titik lebur mencapai 1.964 derajat Celsius. Tak heran kalau rhodium terkenal tahan banting, anti-karat, dan tak mudah rusak.
Kelangkaannya pun luar biasa. Dalam kerak Bumi, jumlah rhodium hanya sekitar 0,000037 bagian per juta. Bandingkan dengan tembaga atau nikel yang jumlahnya jauh lebih melimpah. Karena itulah, setiap gram rhodium bisa bernilai selangit.
Dari Mobil hingga Perhiasan
Walau langka, manfaat rhodium begitu besar dalam kehidupan sehari-hari. Di industri otomotif, logam ini dipakai untuk katalis konverter—alat yang membantu mengurangi gas buang berbahaya dari kendaraan. Tanpa rhodium, udara perkotaan bisa jauh lebih tercemar.
Selain itu, rhodium juga digunakan dalam pembuatan pesawat terbang, kabel tahan panas, hingga kontak listrik. Bahkan di dunia mode, rhodium jadi andalan untuk melapisi perhiasan emas putih agar lebih mengilap dan tidak cepat kusam.
Banyak di Afrika, Tapi Bagaimana dengan Indonesia?
Sumber utama rhodium berada di Afrika Selatan dan Rusia, terutama sebagai produk sampingan dari tambang platinum. Namun menariknya, rhodium juga bisa ditemukan bersama nikel.
Indonesia, yang dikenal sebagai produsen nikel terbesar di dunia, sebenarnya punya peluang besar untuk menemukan rhodium sebagai mineral ikutan dari penambangan nikel. Sayangnya, riset mengenai kandungan rhodium di tambang Indonesia masih minim.
Padahal, jika dilakukan pemetaan serius, rhodium bisa menjadi “harta karun tersembunyi” di balik kekayaan nikel dan tembaga kita. Dengan harga rhodium yang pernah tembus lebih dari Rp900 juta per ons, potensi ini jelas tak boleh diabaikan.
Logam Masa Depan
Rhodium adalah contoh nyata bagaimana sesuatu yang kecil dan langka bisa memiliki dampak besar. Dari melindungi bumi dari polusi hingga mempercantik perhiasan, logam ini telah membuktikan perannya di era modern.
Kini tinggal pertanyaannya, apakah Indonesia akan ikut menjejakkan langkah dalam peta produsen rhodium dunia? Jika iya, bukan tak mungkin kekayaan mineral negeri ini makin diperhitungkan, bukan hanya di lingkup Asia, tapi juga dunia. (Demi Pratama Adiputra)








