Rabu,22 Mei 2024
Pukul: 12:07 WIB

Isu Kelapa Ditebang Paksa Diganti Sawit di Surade, SPI Desak Distan Bertindak

Isu Kelapa Ditebang Paksa Diganti Sawit di Surade, SPI Desak Distan Bertindak

Senin, 26 Desember 2022
/ Pukul: 20:29 WIB
Senin, 26 Desember 2022
Pukul 20:29 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

SURADE, SUKABUMISATU.COM – Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Sukabumi, Rozak Daud, angkat bicara soal isu penebangan paksa pohon kelapa di lahan garapan warga di Kecamatan Surade. Pihaknya mendesak pertanian-kabupaten-sukabumi/">Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi segera mengambil tindakan, terlebih beredar isu pohon kelapa akan diganti dengan sawit.

Rozak mengatakan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalui Bidang Perkebunan harus segera mengambil tindakan.  Harus dicek apakah perusahaan bersangkutan memiliki izin usaha perkebunan.

“Kalau ada harus dipastikan lagi apakah konversi dari kelapa ke Sawit atau hanya sebagia. Berarti harus mendapatkan izin diversifikasi, apakah sudah ada atau belum?,” kata Rozak dalam keterangan yang diterima sukabumisatu.com, Senin (27/12/2022).

Selanjutnya, kata Rozak, harus dicek juga soal status hak guna lahan tersebut. Apakah berstatus Hak Guna Usaha (HGU) atau Hak Guna Bangunan (HGB).

Apabila berstatus HGU maka harus dicek ada tidaknya izin perubahan jenis tanaman (konversi atau diversifikasi) . ” Kalau belum ada, maka aktivitas penebangan harus segera dihentikan.

“Kalau objek tersebut berstatus HGB maka tidak dibenarkan melakukan usaha perkebunan,” kata dia.

Lebih lanjut Rozak menegaskan, jika informasinya itu dilahan HGB, maka ada tumpang tindih status lahan yang harus dipublikasi dengan jujur. Karena dugaan kami di lokasi tersebut ada tumpang tindih HGU dan HGB dari perusahaan yang berbeda di atas objek lahan yang sama, perselisihan batas dan luasan atau saling klaim antara pemegang HGU dan pemegang HGB.

Secara prinsip SPI Sukabumi menolak penanaman sawit sebab lebih banyak mudhratnya untuk petani. Karena di Kabupaten Sukabumi mayoritas petani adalah penggarap perkebunan.

“Apabila ditanami sawit maka secara otomatis merampas ruang kehidupan rakyat karena petani tidak bisa tumpang sari. Tidak bisa beternak,” pungkasnya.

Related Posts

Add New Playlist