SUKABUMISATU.COM – Sabtu, 06 April 2024, Aula STAI Kharisma menjadi lokasi berkumpulnya 35 orang dosen dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD) yang berjudul “Working together to build a better future after Permendikbudristek No. 53 2023.” Kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi antara pimpinan dan dosen dalam merespons tantangan yang dihadirkan oleh Permendikbudristek No. 53 tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Ketua panitia, Ade Ismatullah, , Wakil Ketua 1 Bidang Akademik, menegaskan pentingnya FGD ini dalam meningkatkan kompetensi civitas akademika terkait eksistensi PTKIS pasca-regulasi baru. Ismatullah juga menambahkan bahwa diharapkan terjadi perubahan perilaku akademik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai respons terhadap regulasi baru.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Kharisma, Ade Nurpriatna, mengungkapkan bahwa FGD seperti ini diadakan secara bulanan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi platform bagi dosen STAI Kharisma untuk membedah isu terkini terkait perkembangan keilmuan dan perguruan tinggi.
“FGD ini merupakan sarana vital untuk bertukar pikiran dan gagasan, khususnya dalam upaya meningkatkan pengelolaan perguruan tinggi dan wahana dosen untuk meng-upgrade diri dengan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan,” ujar Ade Nurpriatna dalam keterangan yang diterima redaksi sukabumisatu.com.
Pemateri utama FGD, Ketua LP2M STAI Kharisma Sukabumi,Mulyawan Safwandy Nugraha, menyampaikan bahwa Permendikbudristek No. 53 tahun 2023 merupakan regulasi yang membawa sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi ke level yang lebih terintegrasi dengan standar nasional. Namun, regulasi ini juga membawa tantangan signifikan, terutama bagi perguruan tinggi swasta.
Mulyawan Safwandy Nugraha, yang juga Direktur Research and Literacy Institute (RLI) menekankan bahwa perguruan tinggi perlu memahami secara mendalam tentang tujuh bab yang tercakup dalam regulasi ini, dari ketentuan umum hingga ketentuan penutup, serta tantangan dan peluang yang ada, khususnya dalam hal sumber daya, adaptasi dengan standar nasional, pemanfaatan teknologi, dan kebutuhan akreditasi.
“Untuk menghadapi tantangan ini, perguruan tinggi swasta harus berinovasi dan mencari solusi kreatif. Meningkatkan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, mengadopsi praktik terbaik dalam penjaminan mutu, serta berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur dan kapasitas institusi adalah langkah-langkah penting yang harus dilakukan,” tutup Dr. Mulyawan.
Kegiatan FGD ini menandai langkah strategis STAI Kharisma Sukabumi dalam merespons dinamika pendidikan tinggi dan memastikan kualitas pendidikan yang diselenggarakan tetap unggul dan relevan dengan kebutuhan masa depan.











