SUKABUMISATU.com, NAGRAK – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kampung Jelegong, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/01/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa ruko, rumah warga, serta dua unit sepeda motor.
Pohon yang berada di tepi jalan utama itu roboh sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung menghantam bangunan milik warga. Akibatnya, bagian atap ruko dan rumah mengalami kerusakan cukup parah, sementara dua sepeda motor yang terparkir di halaman turut tertimpa dan rusak.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan material bangunan seperti genteng, kayu, dan puing-puing berserakan. Warga sekitar terlihat bergotong royong mengamankan area, khawatir adanya potensi pohon lain yang rawan tumbang menyusul cuaca buruk yang masih berlangsung.
Pemilik bangunan, Maman Supratman, mengungkapkan bahwa angin kencang sudah terasa sejak malam hari dan terus berhembus hingga siang.
“Anginnya dari malam sudah kencang dan tidak berhenti. Sekitar jam 12 siang, tiba-tiba pohon besar tumbang dan langsung menimpa ruko, rumah, serta dua motor saya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Maman mengaku mengalami kerugian cukup besar akibat peristiwa tersebut. Ia berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah setempat untuk meringankan beban yang dialaminya.
“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah supaya rumah dan ruko ini bisa diperbaiki. Kondisi keuangan saya sekarang belum memungkinkan untuk memperbaiki sendiri,” tambahnya.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Aparat desa, unsur TNI-Polri, serta warga setempat telah melakukan penanganan awal dengan membersihkan material pohon tumbang dan melakukan pendataan kerusakan. Proses evakuasi pohon dilakukan secara manual sambil menunggu bantuan peralatan tambahan.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama di wilayah rawan pepohonan besar dan bangunan tua.
Reporter: Suhendi Soex
Editor: Demi Pratama Adiputra











