Sabtu,18 April 2026
Pukul: 16:41 WIB

Bus Pariwisata Mogok di Tanjakan Pamuruyan Cibadak, Polisi Dorong Ramai-Ramai Hindari Macet Horor

Bus Pariwisata Mogok di Tanjakan Pamuruyan Cibadak, Polisi Dorong Ramai-Ramai Hindari Macet Horor

Sabtu, 11 April 2026
/ Pukul: 10:02 WIB
Sabtu, 11 April 2026
Pukul 10:02 WIB
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Sukabumisatu.com, CIBADAK – Sebuah insiden kemacetan sempat mewarnai jalur utama Sukabumi-Bogor, tepatnya di Tanjakan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (11/04) pagi. Sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan keluarga asal Sukabumi menuju Ragunan, Jakarta, mendadak mogok akibat masalah teknis pada bagian kopling.

​Kondisi bus yang terhenti di titik kritis tanjakan tersebut sempat memicu antrean kendaraan yang cukup panjang. Beruntung, sejumlah personel kepolisian dari Satlantas Polres Sukabumi segera tiba di lokasi untuk mengurai kemacetan dan melakukan tindakan darurat.

Diketahui, sopir yang mengendarai bus tersebut bukanlah sopir utama melainkan sopir pengganti. Suhaerudin, sang pengemudi, mengaku baru pertama kali membawa unit bus tersebut setelah mendapat instruksi dari sopir sebelumnya.

​”Tujuannya dari Sukabumi ke Ragunan. Saya baru pertama kali bawa mobil ini dan tidak tahu kalau koplingnya akan habis,” ujar Suhaerudin saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga  Info Lalu Lintas Jelang Lebaran 2025 Simpang 3 Cibadak

​Menurut keterangannya, ia sempat menanyakan kondisi kelaikan bus kepada sopir utama sebelum berangkat. Pihak pengelola meyakinkan bahwa bus dalam kondisi prima karena baru saja menjalani servis rutin. Namun, saat melintasi Tanjakan Pamuruyan yang curam, bus kehilangan tenaga sama sekali.

Keluhan Penumpang: Berangkat Subuh, Belum Sampai Tujuan

​Salah satu penumpang, Keisha, mengungkapkan kekecewaannya karena perjalanan menuju Jakarta untuk menghadiri sebuah acara haul tersebut menjadi terhambat. Ia dan rombongan keluarga besarnya sudah berangkat sejak pukul 06.00 WIB dari Kota Sukabumi.

​”Tadi (busnya) nggak kuat naik di tanjakan. Kita rombongan sekeluarga mau ke Jakarta, tujuannya ke Ragunan mau ada acara haul,” ungkap Keisha dengan raut wajah lelah.

​Hingga pukul 08.00 WIB, Keisha dan penumpang lainnya masih tertahan di sekitar lokasi kejadian sambil menunggu bus pengganti. “Harapannya semoga bisa lanjut perjalanan dan cepat sampai ke Jakarta. Tadi kata sopirnya disuruh tunggu dulu, katanya lagi ada mobil pengganti ke sini,” tambahnya.

Baca Juga  Arus Mudik Sukabumi Terpantau Padat Lancar, Kapolda Jabar: Puncaknya Sudah Terlewati!

Aksi Cepat Petugas Satlantas

​Anggota Satlantas Polres Sukabumi, AIPTU Edi Prayitno, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengambil tindakan cepat dengan mengevakuasi badan bus agar tidak menutup seluruh badan jalan.

​”Kami upayakan, didorong ramai-ramai untuk ke pinggir jalan,” ujar AIPTU Edi Prayitno saat memberikan keterangan di sela-sela pengaturan lalu lintas.

​Berkat aksi sigap petugas dan warga sekitar, bus berhasil digeser ke area yang lebih aman. Hal ini memastikan arus kendaraan dari kedua arah tetap bisa mengalir meskipun dilakukan secara bergantian.

​”Sekarang sudah ke pinggir, jadi dua jalur sudah bisa dilalui,” tambahnya, memastikan bahwa jalur utama tersebut sudah kembali kondusif bagi pengguna jalan lainnya.

Baca Juga  Truk Bermuatan 10 Ton Briket Patah As di Nagrak, Sopir Terjebak Jalur Sempit Akibat Google Maps

Pesan untuk Pengguna Jalan

​Dalam kesempatan yang sama, AIPTU Edi Prayitno juga memberikan himbauan tegas bagi para pengendara yang melintasi jalur rawan kemacetan dan kecelakaan di wilayah Sukabumi. Ia menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas demi kelancaran bersama.

​”Silakan ikuti jalurnya, ikuti di jalur yang sudah ditentukan. Jangan ambil kanan (melawan arus), jadi biar kita bisa dua jalur dapat dilalui,” pungkasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, para penumpang bus yang sempat terlantar masih menunggu unit bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Pihak kepolisian tetap berjaga di lokasi guna memantau perkembangan arus lalu lintas pasca proses evakuasi.

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Related Posts

Add New Playlist