Bentuk Tim Khusus, Polres Sukabumi Ambil Alih Penyelidikan Kasus Siswa Tenggelam di SMPN 1 Ciambar

SUKABUMISATU.COMPolres Sukabumi mengambil alih penyelidikan kasus siswa peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMPN 1 Ciambar yang tewas tenggelam. Polisi belum menyimpulkan hasil pemeriksaan meskipun sejumlah saksi sudah diperiksa.

“Kasus ini kini ditangani Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Sukabumi. Kami sudah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan,” ujar AKBP Maruly Pardede, Kapolres Sukabumi kepada awak media, Senin (25/7/2023).

Kapolres mengatakan, kegiatan MPLS di SMPN 1 Ciambar diikuti 120 siswa baru. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, insiden terjadi dalam kegiatan yang diadakan sekolah yakni Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa).

Maruly menambahkan, pihaknya masih mendalami dugaan ada tidaknya tindak pidana ataupun kelalaian serta kesengajaan dari pihak sekolah. Data-data awal hasil pemeriksaan di Polsek Nagrak menjadi bahan untuk pengembangan penyelidikan.

Baca Juga  Jalanan Padat Pasca Lebaran, Ini Himbauan Kasatlantas Polres Sukabumi untuk Pengendara

“Satreskrim Polres Sukabumi melakukan upaya pengumpulan bahan keterangan dan juga penyelidikan apakah ada indikasi dugaan dugaan tindak pidana yang terjadi dalam kegiatan untuk tersebut,” imbuh Maruly.

Sementara itu, insiden yang menewaskan MA (13) siswa baru SMPN 1 Ciambar terjadi pada Sabtu (22/07/2023). MA tewas tenggelam di aliran Sungai Cileleuy usai mengikuti kegiatan sekolah yang diselenggarakan sehari setelah MPLS selesai.

Plt Kadisdik Kabupaten Sukabumi, Jujun Juaeni, mengatakan pihaknya turut berduka atas insiden ini. Peristiwa tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi dinas agar potensi kerawanan pada kegiatan sekolah dapat diminimalisir.

Baca Juga  Plt Kadisdik Ungkap Bela Sungkawa, Insiden Siswa SMPN 1 Ciambar Sukabumi Tenggelam Terjadi di Luar MPLS

“Kegiatan tersebut memang diadakan sekolah dan dihadiri oleh para guru, OSIS, dan Kepala Sekolah,” kata Jujun.

“Namun anak tersebut (MA) diduga memisahkan diri dari rombongan hingga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” tambahnya.

Jujun menegaskan tidak ada kegiatan susur sungai pada acara yang digelar SMPN 1 Ciambar Sabtu lalu itu. Para siswa mengikuti kegiatan hiking atau jalan-jalan dan diakhiri makan bersama atau botram.

“Saya pastikan tidak ada susur sungai karena memang untuk anak usia segitu, susur sungai berbahaya,” imbuhnya.

Reporter: Suhendi Soex | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Baca Juga  Breaking News: Polres Sukabumi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Pengeroyokan di Gegerbitung

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *