Baru Seminggu Disunat, Anak Berusia 5 Tahun di Babakan Gobang Ciambar Dilaporkan Hilang

Evakuasi Bocah Tenggelam di Desa Cibunarjaya Parungkuda. Jumat, (3/7/26).

SUKABUMISATU.com – Seorang bocah laki-laki berusia lima tahun bernama Fadlan dilaporkan hilang di Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Korban yang diketahui baru satu minggu menjalani prosesi khitanan ini diduga hilang sesaat sebelum pelaksanaan ibadah Salat Jumat, (03/07/2026).

​Kepala Desa Cibunarjaya, Acep Awaludin, membenarkan adanya peristiwa hilangnya salah satu warganya tersebut. Menurut keterangan yang dihimpun dari warga sekitar, kronologi bermula pada pukul 11.30 WIB ketika korban sedang bermain bersama tiga orang temannya di sekitar lokasi kejadian.

​”Pada saat itu ada pembagian jeli dari salah satu warga. Dua anak lainnya kemudian pulang meninggalkan Fadlan. Jadi, Fadlan bermain di sini sendirian,” ungkap Acep saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Baca Juga  Dua Orang Buron, Polisi Ringkus Tiga Perampok Bawa Kabur Duit Rp 350 juta di Parungkuda Sukabumi

​Saksi awal yang melihat korban adalah seorang warga lanjut usia yang hendak berangkat ke masjid untuk melaksanakan Salat Jumat. Saat itu, korban terlihat bermain sendirian.

​Keterangan ini diperkuat oleh Dini (30) salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian. Menurut saksi tersebut, ia masih melihat korban bermain di sekitar lokasi mendekati waktu Jumatan.

​”Sekitar jam 11.45 atau 11.46, saya melihat anak kecil itu lagi bolak-balik ke area depan rumah ini. Cuma dua kali balikan doang, habis itu nggak tahu ke mana lagi,” ujar warga yang menjadi saksi mata tersebut. Saksi juga menambahkan bahwa saat itu korban mengenakan pakaian anak-anak berwarna kehitaman atau abu-abu monyet.

Baca Juga  Nekat Lompat Pagar Vila Milik Warga Jakarta di Parungkuda Sukabumi, Diduga Maling Babak Belur Dihajar Massa

​Terkait insiden ini, Pemerintah Desa Cibunarjaya menyoroti minimnya infrastruktur keamanan di sekitar lokasi kejadian, terutama tidak adanya pagar pembatas antara jalan dan area sungai yang rawan bagi anak-anak.

​”Kami mengimbau masyarakat yang memiliki anak di bawah umur untuk lebih ekstra memperhatikan anak-anaknya saat bermain di sekitar sini, mengingat kondisi lokasi tidak ada pembatas jalan atau pembatas sungai,” tegas Acep.

​Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Acep menambahkan bahwa Pemerintah Desa akan segera merencanakan pembangunan pagar pengaman di sekitar lokasi rawan tersebut. Saat ini, upaya pencarian terhadap anak dari Bapak Wiwin tersebut masih terus dilakukan oleh warga dan aparat setempat.

Baca Juga  Sidak Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi: PT Nina II tak Bisa Tunjukan Laporan TJS PKBL

Reporter: Suhendi Soex

Editor: Demi Pratama Adiputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *