SUKABUMISATU.com, Nyalindung – Proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) bertajuk ‘Jabar Istimewa’ di ruas jalan provinsi Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di Kampung Langkob, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, kembali ambrol pada Minggu (11/1/2026) pagi.
Insiden ini menyebabkan sebagian badan jalan tertutup material, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah harus diberlakukan sistem buka-tutup.
Kronologi Kejadian
Informasi yang dihimpun, longsor diperkirakan terjadi saat hari masih gelap. Salah seorang warga sekitar, Desi Atrya Sudrajat (22), mengungkapkan bahwa titik longsor terpantau sekitar pukul 04.00 WIB.
”Kayanya dari subuh, sekitar jam 4 pagi hari Minggu ini,” ujar Desi saat dikonfirmasi oleh SUKABUMISATU.com.
Menurut Desi, pemicu utama ambrolnya struktur TPT tersebut adalah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Nyalindung sejak Sabtu (10/1). Intensitas hujan yang tinggi dan durasi yang lama diduga membuat tanah labil hingga tidak kuat menahan beban.
”Hujan dari kemarin Sabtu pagi, cuma pas Sabtu malam itu hujannya besar, sampai sekarang hujannya belum berhenti,” ungkapnya.
Sudah Menunjukkan Tanda-Tanda Kerusakan
Menariknya, warga mengaku sudah melihat tanda-tanda retakan pada proyek tersebut sebelum akhirnya benar-benar longsor. Tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir memperparah kondisi struktur bangunan.
”Emang dari beberapa hari sebelumnya juga udah terlihat mau longsor karena curah hujan tinggi,” lanjut Desi.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, panjang longsoran diperkirakan mencapai empat meter. “Kalau panjang longsornya sekitar 4 meteran, kalau ke bawahnya enggak tahu karena itu kan bawahnya jurang,” tambahnya.
Titik di Kampung Langkob ini ternyata merupakan area rawan. Kejadian serupa tercatat pernah terjadi belum lama ini, tepatnya pada akhir tahun lalu.
”Sebelumnya itu juga pernah longsor di Desember 2025 lalu,” kenang Desi.
Kondisi Lalu Lintas Terkini
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur kawasan Nyalindung. Meski ada separuh badan jalan yang tergerus, kendaraan masih bisa melintas secara bergantian.
”Kendaraan bisa lewat tapi hanya separuh jalan, jadi tutup buka. Kan separuh juga cukup lega karena ada jalan coran,” beber Desi.
Pihak terkait diimbau untuk segera melakukan penanganan darurat agar longsoran tidak meluas, mengingat potensi longsor susulan masih cukup tinggi. Para pengendara yang melintas di jalur Sukabumi–Sagaranten diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat kondisi hujan deras.
Reporter: Aris
Editor: Demi Pratama Adiputra











