SUKABUMISATU.com, CIRACAP – Suasana duka menyelimuti Kampung Cadas Ngampar RT 014/004, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Seorang balita laki-laki berusia dua tahun bernama Ghema Arhan Mubarok ditemukan meninggal dunia setelah terperosok ke dalam sumur milik tetangganya, Sabtu sore (27/06/2026).
Isak tangis tak terbendung di rumah duka saat tubuh mungil Ghema dievakuasi warga dari dalam sumur sedalam belasan meter. Korban diduga terjatuh setelah lepas dari pengawasan kedua orang tuanya.
Kapolsek Ciracap, AKP Taufick Hadian, S.IP, C.PHR membenarkan peristiwa memilukan tersebut. Menurutnya, insiden itu bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika korban sedang asyik bermain di sekitar rumahnya.
”Awalnya korban dibawa pulang oleh ibunya, Sdri. Holisoh (33), setelah bermain di sekitar area luar. Namun, tanpa disadari oleh sang ibu, korban ternyata diam-diam keluar rumah lagi untuk kembali bermain,” ujar AKP Taufick saat dikonfirmasi, Minggu (28/06/2026).
Menyadari sang buah hati tidak ada di dalam rumah, kepanikan langsung melanda Holisoh dan suaminya (40). Dibantu tetangga sekitar, mereka bergegas menyisir setiap sudut kampung guna mencari keberadaan Ghema.
Setelah hampir dua setengah jam pencarian yang menegangkan, titik terang akhirnya muncul pada pukul 18.30 WIB. Salah seorang saksi, Egi (35), yang ikut mencari dikagetkan dengan penampakan sesuatu di dalam sumur yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.
”Saksi Egi melihat tubuh korban sudah dalam keadaan mengambang di atas permukaan air sumur milik warga bernama Sdr. Muslih. Kejadian tersebut langsung diberitahukan kepada orang tua korban dan warga setempat,” tambah Kapolsek.
Warga yang berkumpul segera melakukan proses evakuasi. Seorang buruh tani setempat, Wagianto (42), dengan berani turun ke dalam sumur untuk mengangkat tubuh malang tersebut. Namun takdir berkata lain, saat berhasil diangkat ke permukaan, Ghema dinyatakan telah meninggal dunia.
Berdasarkan pemeriksaan, sumur maut tersebut memang masih aktif digunakan oleh pemiliknya. Letaknya yang tidak jauh dari permukiman diduga membuat korban yang masih balita tersebut melangkah ke sana tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
Keluarga Menolak Autopsi
Kepergian Ghema yang begitu cepat menorehkan duka mendalam bagi kedua orang tuanya. Di tengah guncangan batin yang hebat, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan autopsi.
”Hasil komunikasi kami dengan ibu korban, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi yang dituangkan secara resmi dalam surat penolakan autopsi,” terang AKP Taufick.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah Ghema masih disemayamkan di rumah duka dengan pelayat yang terus berdatangan menyampaikan belasungkawa. Rencananya, jasad balita yang lahir pada Juli 2024 tersebut akan dimakamkan hari ini, Minggu (28/06/2026) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak balita, agar lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas buah hatinya.
”Kami mengimbau warga agar selalu memantau anak-anaknya saat bermain, serta memastikan fasilitas umum atau properti seperti sumur memiliki pengaman atau penutup yang rapat demi mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.
Reporter: Maulana Yusuf












