SUKABUMISATU.com – Upaya pemulihan fungsi Bendungan Cikolawing terus dikebut melalui aksi gotong royong massal yang melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (06/02/2026) di lokasi bendungan yang terletak di Kelurahan Cibadak.
Aksi bersih-bersih ini diikuti oleh jajaran pegawai Kelurahan Cibadak, Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPMK, Karang Taruna, kader PKK dan Posyandu, Mitra Cai Benciko, serta P2BK Kecamatan Cibadak dan Nagrak. Selain itu, para pengguna air dan kelompok tani dari Desa Balekambang turut terjun langsung ke lapangan.
Perwakilan Mitra Cai Kelurahan Cibadak mengungkapkan bahwa kendati fisik bendungan telah diperbaiki, distribusi air ke lahan pertanian dan pemukiman warga masih terhambat. Wilayah yang terdampak paling signifikan di antaranya adalah Kampung Lewi Peti dan sebagian besar Kelurahan Cibadak.
Hambatan utama dipicu oleh tumpukan sedimentasi lumpur serta material longsoran yang menyumbat sepanjang saluran irigasi.
“Setiap hari kami melakukan kerja bakti secara tersegmentasi bersama warga di tiap RW. Namun, kendala utamanya adalah sedimentasi yang sudah cukup parah. Panjang saluran mencapai 4 kilometer, sehingga jika dikerjakan secara manual akan memakan waktu sangat lama,” ujar Suryadi (45), perwakilan Mitra Cai.
Suryadi menambahkan, pihaknya telah mengusulkan permohonan bantuan alat berat berupa ekskavator mini kepada pihak terkait, termasuk BKSDA Kabupaten Sukabumi, selama kurang lebih empat tahun terakhir. Alat tersebut sangat dibutuhkan untuk mengeruk material longsoran yang sulit dijangkau tenaga manusia.
Di lokasi yang sama, Camat Cibadak yang turun langsung dalam kegiatan “Jumat Bersih” tersebut menegaskan bahwa aksi ini murni inisiatif kewilayahan guna kepentingan publik.
“Kegiatan ini murni inisiatif Forkopimcam Cibadak bersama kelurahan dan masyarakat, bukan karena adanya teguran dari pihak mana pun terkait isu sampah. Kondisi saat ini, bendungan sudah siap beroperasi normal, namun salurannya masih tersumbat lumpur, bambu, dan tanah,” tegas Camat.
Akibat sumbatan tersebut, aliran air belum mampu menjangkau sekitar 51 hektare lahan persawahan. Sebagai langkah percepatan, pemerintah kecamatan bersama kelurahan telah kembali mengajukan permohonan bantuan alat berat ke tingkat kabupaten.
Camat Cibadak pun mengimbau masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong karena irigasi merupakan urat nadi kebutuhan bersama.
“Prinsip kami adalah bergerak dulu, jangan menunggu segalanya sempurna. Yang penting ada ikhtiar dan upaya kolektif. Dengan gotong royong, insyaallah masalah ini akan tertolong,” pungkasnya.
Reporter: Suhendi Soex











