SUKABUMISATU.COM – Kebakaran lahan tebing Puncak Habibie di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, nyaris makan korban. Salah satu petugas yang membantu pemadaman terkena jilatan api di bagian wajah.
Insiden itu dialami Sekretaris Kecamatan Cisolok, Okih Fajri Assidiq. Okih mengaku terpaksa pulang lebih dulu karena wajahnya terkena jilatan api.
“Saya terpaksa pulang duluan. Alhamdulillah tidak fatal, tadi hanya kahebos (terkena jilatan api) di wajah,” ujar Okih kepada sukabumisatu.com, Selasa malam (12/09/2023).
Okih memastikan jilatan api tidak menyebabkan luka bakar yang membahayakan. Hanya saja bagian kulit wajahnya jadi terasa keras atau kereng.
“Tadi sudah diobati pakai lotion. Di lokasi masih ada teman-teman relawan, petugas pemadam, Pak Camat, juga Pak Danramil lagi bareng-bareng proses pemadaman,” kata Okih.
Hingga Selasa malam, kebakaran di Puncak Habibie masih menjalar mendekati warung-warung milik warga di pinggiran pantai. Petugas terpaksa menunggu api hingga mendekati bagian bawah tebing untuk melakukan pemadaman.
“Soalnya tidak terjangkau alat pemadam jadi nunggu agak ke bawah baru bisa dipadamkan,” imbuh Okih.
Kebakaran di Puncak Habibie pertama kali dilaporkan sekira pukul 12.15 WIB. Hingga sore hari, petugas baru bisa memadamkan api yang menjalar ke arah Pasir Baru atau Cibareno.
Api baru bisa mulai dipadamkan secara keseluruhan sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah itu, petugas kemudian melakukan proses pendingingan.
“Proses pemadaman sempat terkendala akses. Sumber air yang agak susah di dekat lokasi juga medan jalan membuat pemadaman sedikit terkendala,” kata dia.
“Secara jarak, pengambilan air untuk isi ulang mobil pemadam memang dekat. Tapi akses jalannya kan menanjak, jadi kapasitas tanki yang diisi hanya 2.000 liter dari total kapasitas 4.000 liter,” tukasnya.
Redaktur: Mulvi Mohammad Noor







