Darurat Narkoba! Ormas Sukabumi Bersatu, Siap Deklarasi Perang Lawan Pengedar

Gerakan Darurat Narkoba di Gedung KNPI Kabupaten Sukabumi. Sabtu, (30/05/2026).

SUKABUMISATU.com – Gurita peredaran narkoba di Kabupaten Sukabumi tampaknya sudah berada di titik yang sangat mengkhawatirkan. Mulai dari pengecer kelas teri hingga bandar kelas kakap disinyalir masih bebas bergerilya, mengincar masa depan generasi muda di berbagai pelosok wilayah.

​Gerah dengan kondisi yang tak kunjung usai, sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Kepemudaan di Sukabumi langsung mengambil sikap tegas. Mereka menggelar rapat darurat narkoba di Gedung KNPI Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (30/5/2026) siang.

​Rapat koordinasi tingkat tinggi ini dihadiri oleh para pentolan organisasi besar, di antaranya Ketua Umum Pemuda Pancasila, Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM), Ketua Umum KBPP Polri, serta Ketua Umum Korp KNPI Kabupaten Sukabumi.

Pajampangan Jadi Sorotan, PJTM: Kami Tidak Takut Siapa di Belakang Mereka!

​Ketua Umum Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (PJTM), Hendra Permana, dengan lantang membakar semangat forum. Ia menyerukan gerakan semesta—melibatkan masyarakat, pemerintah, hingga Aparat Penegak Hukum (APH)—untuk membabat habis jaringan barang haram tersebut.

Baca Juga  Gugat Legalitas KNPI 'Versi Selabintana', Alumni Sebut Estafet Organisasi Tak Boleh Diputus

​”Selama ini kami dari Paguyuban Jampang Tandang Makalangan sudah berupaya memberantas peredaran obat-obatan terlarang yang menyebar luas di wilayah Sukabumi, khususnya di Pajampangan. Kami terus bergerak hingga saat ini agar Sukabumi bersih dari narkoba,” cetus Hendra kepada sukabumisatu.com.

​Hendra menegaskan, PJTM bersama tokoh masyarakat tidak akan membiarkan masa depan pemuda Sukabumi hancur lebur akibat narkoba. Akses masuk peredaran obat-obatan terlarang harus ditutup rapat tanpa celah.

​”Kami tidak akan mundur dan tidak akan takut untuk terus melakukan pembersihan narkoba, meskipun siapa pun yang berada di belakangnya!” tegasnya menggebu-gebu.

Sentil APH: “Jangan Menutup Mata dan Telinga!”

​Tidak sekadar berkumpul, rapat darurat ini juga melayangkan kritik keras sekaligus tantangan bagi aparat kepolisian dan penegak hukum di wilayah hukum Sukabumi agar bergerak lebih agresif dan tidak mlempem dalam mengejar bandar narkoba.

Baca Juga  Menggugat Syahwat Kekuasaan di Tubuh KNPI Sukabumi, Antara Stempel vs Kontribusi

​Hendra meminta APH peka dan responsif terhadap jeritan masyarakat yang menyaksikan langsung kerusakan moral akibat narkoba di lingkungan mereka.

​”Kami mengajak seluruh penegak hukum di Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama bertindak. Jangan sampai seolah-olah tidak tahu, menutup mata dan menutup telinga terhadap persoalan yang nyata di tengah masyarakat,” sindir Hendra tajam. “APH harus berada di garda terdepan dalam memberantas para pengedar narkoba.”

Ketua DPD Pemuda Pancasila Kabupaten Sukabumi Heru Herlambang dan Ketua PJTM Hendra Permana, bersama para ketua dan perwakilan Organisasi Kepemudaan lainnya.

 

Target Deklarasi Anti-Narkoba Skala Besar

​Menurut Hendra, perang melawan narkoba tidak bisa dimenangkan sendirian. Sinergi total antara elemen masyarakat, pemerintah, dan APH adalah harga mati untuk meruntuhkan dinasti pengedar narkoba di Sukabumi.

​Sebagai bukti keseriusan, dalam waktu dekat, koalisi ormas ini bersama KNPI Kabupaten Sukabumi akan menggelar Deklarasi Anti-Narkoba. Langkah ini dirancang sebagai shock therapy sekaligus komitmen hitam di atas putih untuk membersihkan bumi Sukabumi dari jeratan narkotika.

Baca Juga  Luas Wilayah Jadi Alibi Klasik, Pemkab Sukabumi Diminta Berhenti Gunakan Jurus "Tambal Sulam"!

​Masyarakat kini menunggu, apakah gertakan keras dari gabungan ormas ini mampu memicu APH untuk bertindak lebih taji, atau peredaran narkoba di Kabupaten Sukabumi akan tetap berjalan seperti biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *